<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Neng Koala</title>
	<atom:link href="http://nengkoala.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nengkoala.com</link>
	<description>Kisah Mahasiswi Indonesia di Australia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 10:15:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nengkoala.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e55b4dee4cf56606320df69e716dc78d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Neng Koala</title>
		<link>http://nengkoala.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nengkoala.com/osd.xml" title="Neng Koala" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nengkoala.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Neng Koala: Setahun Kemudian</title>
		<link>http://nengkoala.com/2013/04/21/neng-koala-setahun-kemudian/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2013/04/21/neng-koala-setahun-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 03:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Allira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengapa kuliah ke luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Neng Koala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3992</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Bulan Maret di Canberra. Musim gugur 2012. Semuanya berawal dari keresahanku akan keputusan seorang teman perempuan di Indonesia yang melepas tawaran beasiswa kuliahnya ke Australia. Walaupun kutahu bahwa keputusan temanku itu tidak&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2013/04/21/neng-koala-setahun-kemudian/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3992&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b><i><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/04/neng-koala-1-tahun.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3995" alt="Neng Koala 1 tahun" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/04/neng-koala-1-tahun.jpg?w=300&#038;h=300" width="300" height="300" /></a>Awalnya</i></b></p>
<p>Bulan Maret di Canberra. Musim gugur 2012. Semuanya berawal dari keresahanku akan keputusan seorang teman perempuan di Indonesia yang melepas tawaran beasiswa kuliahnya ke Australia.</p>
<p>Walaupun kutahu bahwa keputusan temanku itu tidak akan berubah, namun aku merasa perlu berbagi tentang kisah perempuan-perempuan lainnya—banyak yang kukenal secara pribadi—yang berjuang keras dalam situasi yang berbeda-beda untuk meraih pendidikan tingginya di luar negeri.</p>
<p>Setelah mengajak beberapa temanku untuk menulis tentang pengalaman pribadi mereka dalam menempuh perkuliahan di Australia, terkumpul lah beberapa belas mahasiswi yang ternyata sangat bersemangat untuk berbagi kisah. Di antara mereka ada yang masih lajang, sudah bertunangan, menikah dan membawa keluarga turut serta ke Australia, menikah namun meninggalkan pasangan dan anaknya di tanah air, hingga yang <i>single mother</i>. Semuanya tengah menempuh studi master atau PhD, dan sebagian besar merupakan penerima beasiswa.</p>
<p>Perempuan-perempuan hebat ini menulis kisah-kisahnya dengan sangat jujur dan terbuka. Di balik suka duka mereka sebagai mahasiswi di tanah rantau, muncul benang merah yang sangat jelas: Terlepas dari segala tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia di zaman modern ini, peluang bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya sangatlah besar.</p>
<p>Kisah-kisah tersebut akhirnya diterbitkan via blog bernama Neng Koala ini. Dirilis pada Hari Kartini untuk perempuan-perempuan di tanah air yang suatu hari nanti berniat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p><b><i>Perkembangannya</i></b></p>
<p>Dengan bantuan jejaring sosial di dunia maya dan liputan di berbagai media nasional, Neng Koala berhasil menarik perhatian banyak pembaca. Tanpa disangka-sangka blog ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan: mahasiswi-mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di berbagai negara, pelajar SMU dan mahasiswa S1 di Indonesia yang berminat untuk studi ke luar negeri, pegawai negeri sipil di pusat maupun daerah, orang tua calon mahasiswa, hingga pasangan para penerima beasiswa yang akan berangkat ke Australia. Hingga awal 2013, blog Neng Koala berhasil menyedot lebih dari 110.000 hits.</p>
<p>Sungguh menyentuh membaca respon pembaca yang merasa sangat terbantu dengan adanya <i>sharing</i> pengalaman di Neng Koala mengenai cara mendapatkan beasiswa serta tips beradaptasi di tanah rantau. Beberapa kenalanku semasa kuliah dan kerja dulu bahkan mengabari bahwa mereka berhasil mendapatkan beasiswa ke Australia, yang sedikit banyak terbantu oleh info yang didapatkan dari Neng Koala.</p>
<p>Penulis kontributor yang berbagi kisahnya di Neng Koala juga terus bertambah. Kurang lebih seratus mahasiswi telah menyumbangkan tulisannya. Segelintir kontributor yang awalnya kurang percaya diri untuk menulis pada akhirnya merasa lega bahwa pengalaman mereka bisa menyemangati pembaca untuk kuliah lagi. Lucunya, beberapa diantara mereka justru menjadi kecanduan menulis setelahnya.</p>
<p><b><i>Ke depannya</i></b></p>
<p>Seperti gerakan-gerakan sukarela lainnya, tentu perjalanan blog Neng Koala tidak selalu mulus. Ada kalanya draft tulisan yang masuk datang bertubi-tubi, namun di lain waktu hampir tidak ada materi tulisan yang baru.</p>
<p>Untungnya semangat menulis para Nengs berhasil membuahkan sekumpulan kisah yang sangat berharga. Beberapa kali telah terlontar ide di antara para kontributor untuk membukukan kisah-kisah tersebut agar memungkinkan akses yang lebih luas bagi pembaca lainnya di Indonesia. Kemungkinan ini sangat terbuka jika ada penerbit yang bersedia menerima naskah tulisan-tulisan kami.</p>
<p>Ke depannya, kuharap, semoga kisah-kisah di blog Neng Koala akan terus diperbarui oleh generasi penerus mahasiswi berikutnya. Dan semoga makin banyak saudari-saudari setanah airku yang terinspirasi dan terus berjuang untuk mewujudkan keinginannya menempuh pendidikan tinggi.</p>
<p>Jakarta, 21 April 2013</p>
<p>Allira</p>
<p>NB. Untuk para Nengs yang turut terlibat dalam ‘membesarkan’ Neng Koala, kata-kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan besarnya rasa sayang dan terimakasihku pada kalian semua.</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/mengapa-kuliah-ke-luar-negeri/'>Mengapa kuliah ke luar negeri</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3992/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3992&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2013/04/21/neng-koala-setahun-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/42abbb26932ec4dd35380253db118b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">allirabinda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/04/neng-koala-1-tahun.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Neng Koala 1 tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SHARING MEMBURU BEASISWA ADS BUAT PNS PEMDA</title>
		<link>http://nengkoala.com/2013/02/20/sharing-memburu-beasiswa-ads-buat-pns-pemda/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2013/02/20/sharing-memburu-beasiswa-ads-buat-pns-pemda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2013 16:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farama19</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara mendapatkan beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[ADS]]></category>
		<category><![CDATA[BAPPENAS]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa australia]]></category>
		<category><![CDATA[pemda]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.wordpress.com/?p=2350</guid>
		<description><![CDATA[Ide menuangkan tulisan ini muncul setelah saya kembali ke daerah asal dan mulai aktif bekerja kembali. Ternyata lumayan banyak juga rekan-rekan Pemda yang menanyakan mengenai seluk beluk cara mendapatkan beasiswa ADS, senang juga&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2013/02/20/sharing-memburu-beasiswa-ads-buat-pns-pemda/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=2350&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ide menuangkan tulisan ini muncul setelah saya kembali ke daerah asal dan mulai aktif bekerja kembali. Ternyata <em>lumayan</em> banyak juga rekan-rekan Pemda yang menanyakan mengenai seluk beluk cara mendapatkan beasiswa ADS, senang juga <em>sih</em> karena menambah teman dan kenalan. Kemudian terpikir kenapa <em>nggak</em> dituangkan saja dalam tulisan agar lebih banyak rekan-rekan Pemda yang bisa membaca dan mendapatkan sedikit informasi tambahan tentang beasiswa ADS.<br />
Buat para PNS di daerah mungkin memang kesempatan dan informasi yang ada untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri lebih minim dibandingkan para PNS pusat. Beberapa kendala yang mungkin dihadapi bisa jadi berupa masalah aksesibilitas, kemampuan Bahasa Inggris, dukungan dari pimpinan dan keluarga.</p>
<p><em>Aksesibilitas</em><br />
Selama ini beasiswa yang populer di kalangan rekan-rekan Pemda mungkin adalah beasiswa BAPPENAS, yang memang salah satu penawarannya adalah beasiswa <em>double degree</em> atau beasiswa ke luar negeri. Jika kita menginginkan beasiswa ke luar negeri dengan pilihan lebih banyak memang kita harus rajin membuka <em>website</em> dan mencari informasi sebanyak-banyaknya termasuk informasi mengenai beasiswa ADS.</p>
<p>Saya termasuk cukup beruntung karena saya berhasil mendapatkan beasiswa BAPPENAS dengan pilihan ke luar negeri sehingga saya mendapatkan cukup banyak informasi beasiswa luar negeri tersebut melalui BAPPENAS. Memang bukan jaminan bahwa dengan melalui BAPPENAS ini kita pasti akan mendapatkan beasiswa luar negeri, tetapi setidaknya BAPPENAS menyediakan informasi dan <em>English for Academic Purpose</em> sebagai bekal kita untuk mendaftar <em>scholarship</em> semacam ADS, DAAD dan sebagainya.<br />
Beruntunglah untuk saat ini, pilihan bagi PNS Pemda tidak lagi hanya melalui BAPPENAS <em>lho</em>&#8230; karena sekarang DEPDAGRI juga sudah menyediakan informasi <em>scholarship</em> yang bisa diakses melalui <em>website</em> AKLN DEPDAGRI (<a href="http://akln.setjen.depdagri.go.id/new/">http://akln.setjen.depdagri.go.id/new/</a>) disamping DEPDAGRI sendiri sekarang juga sudah menjadi salah satu <em>Key Agency</em> untuk ADS.</p>
<p><em>Bahasa Inggris</em><br />
Inilah ganjalan yang paling sering ditanyakan oleh rekan-rekan Pemda kepada saya. Karena pada waktu itu saya sudah berniat untuk mencari beasiswa <em>full</em> termasuk persyaratan Bahasa Inggrisnya, maka saya menempuh jalur melalui EAP BAPPENAS (<a href="http://www.pusbindiklatren.bappenas.go.id/" rel="nofollow">http://www.pusbindiklatren.bappenas.go.id/</a>). Kerugiannya adalah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri tersebut (saya mendaftar beasiswa BAPPENAS 2008, <em>apply</em> ADS 2009, EAP 2010 dan berangkat ke Australia awal 2011). Tapi kalau dipikir-pikir ada banyak keuntungannya juga <em>lho</em>&#8230; disamping tidak perlu keluar biaya untuk persiapan Bahasa Inggris, saya jadi terlatih untuk menghadapi seleksi beasiswa dan mendapatkan tips serta contoh-contoh pengisian formulir beasiswa dari rekan rekan sesama <em>EAPers</em> BAPPENAS.<br />
Untuk yang menginginkan cara yang lebih singkat bisa dengan mencari informasi lembaga Bahasa Inggris di daerah masing-masing yang menyediakan tes TOEFL/ IELTS sekaligus <em>preparation-</em>nya. Jika memang belum ada, terpaksa kita mencari tempat tes yang terdekat dari daerah kita, dan untuk persiapannya bisa kita perdalam dengan mencari tes TOEFL/ IELTS <em>online</em>, ada yang gratis dan ada yang bayar <em>sih</em>&#8230; saya belajarnya juga dari tes <em>online</em> yang <em>gratisan kok</em>&#8230;</p>
<p><em>Dukungan dari Pimpinan dan Keluarga</em><br />
Ini juga merupakan hal yang sangat kita butuhkan untuk keberhasilan mendapatkan <em>scholarship</em> impian kita. Beberapa teman saya ada yang akhirnya urung melanjutkan langkah mereka karena tidak mendapatkan ijin pimpinan. Saya sendiri pada awal-awal pendaftaran tidak menemukan banyak kesulitan walaupun pimpinan juga tidak memberikan <em>support</em> yang memadai, dalam artian beliau tidak memberikan arahan untuk isian formulir pendaftaran beasiswa tersebut. Tetapi mungkin itu justru merupakan keuntungan bagi saya juga karena saya bisa menyesuaikan tugas pokok saya dengan jurusan yang hendak saya ambil. Menurut saya hal tersebut sangat penting karena berdasarkan info-info yang saya dapatkan, pengisian tugas pokok, jurusan yang diambil dan pekerjaan sekembalinya ke tempat kerja pasca beasiswa cukup menentukan keberhasilan kita dalam mendapatkan <em>scholarship</em> ADS. Kalo mau jujur sih sebenarnya tugas pokok saya <em>nggak</em> nyambung-nyambung amat dengan jurusan yang saya ambil. Tugas pokok saya sebagai analis di laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang tentu lumayan <em>nggak</em> nyambung dengan jurusan <em>climate change</em> yang hendak saya ambil, walaupun instansi saya memang bergerak di bidang lingkungan hidup. Karena itulah ketika mengisi formulir, saya tuliskan tugas saya sebagai tenaga teknis untuk memberikan masukan dan saran teknis atas hasil analisa laboratorium terhadap kajian dampak lingkungan dan tentu saja perubahan iklim akan mempengaruhi pengambilan keputusan atas kajian dampak lingkungan.</p>
<p>Sedikit hambatan baru mulai terasa sewaktu saya mengurus dokumen dari kantor untuk keperluan pengurusan paspor dinas. Mula-mula pimpinan yang memberikan<em> statement</em> negatif karena sebagai seorang istri dan ibu, saya lebih mengutamakan studi dan meninggalkan keluarga. Hal itu justru menjadi penyemangat bagi saya untuk menunjukkan kepada beliau bahwa jalan yang saya tempuh adalah yang terbaik bagi saya dan keluarga. Hambatan kedua datang dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ketika saya membutuhkan pengantar untuk pengurusan paspor. Berkas-berkas saya hanya menumpuk selama 2 minggu tanpa ada penanganan dari BKD, walaupun saya sudah menyertakan peraturan-peraturan Kemendagri tentang pengurusan paspor dinas. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menghubungi AKLN DEPDAGRI dan BKD Provinsi untuk mencari contoh surat pengantar dan kelengkapan lainnya untuk pengurusan paspor tersebut. Tetapi lagi-lagi saya masih harus menebalkan muka karena harus menerima kemarahan dari salah seorang pimpinan di BKD Semarang karena saya selalu menanyakan tentang perkembangan surat pengantar dari Pemkot Semarang tersebut. Tetapi mungkin ini hanya terjadi pada kasus saya saja, karena teman saya di PemProv Sumatera Selatan ternyata mudah dalam pengurusan dokumen tersebut. Jadi yang terpenting adalah kita harus bisa menyesuaikan diri dengan sistem di instansi tempat kita bekerja. Untunglah walaupun pengurusan di Pemkot saya agak lambat, pegawai-pegawai di BKD Provinsi dan AKLN DEPDAGRI sangat kooperatif dan benar-benar membantu sehingga saya masih dapat mengejar <em>deadline</em> pengumpulan paspor ADS.</p>
<p>Dari pihak keluarga sebenarnya tidak ada halangan untuk saya meneruskan studi ke Australia, hanya saja saya sangat menginginkan kedua anak saya untuk turut bersekolah disana. Hal tersebut yang menjadi permasalahan antara saya dan suami serta mertua, dikarenakan mereka kurang mendukung keinginan saya tersebut. Saya pun mencari informasi tentang biaya hidup, keuntungan dan kerugian sebagai <em>single mothe</em>r di Australia dan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan membawa serta anak ke Australia. Akhirnya saya putuskan untuk mencari beasiswa selama 1,5 tahun saja karena suami tidak berkeinginan untuk mengambil cuti di luar tanggungan negara.</p>
<p>Selama 5 bulan pertama saya hidup sebagai seorang <em>single</em> di Australia agar dapat menyisihkan uang beasiswa untuk tambahan biaya hidup ketika anak-anak menyusul kelak. Disamping itu saya jadi mempunyai tenggang waktu untuk mencari informasi mengenai akomodasi yang bisa <em>sharing</em> dengan teman, terjangkau dan mudah transportasinya ke kampus. Ketika akhirnya anak-anak menyusul, suami mengambil cuti karena alasan penting selama 2 bulan untuk mengantar dan menemani anak-anak sementara. Setelah itu tugas menjaga anak digantikan oleh ibu selama 3 bulan. Setelah itu saya menjaga sendiri anak-anak selama 3 bulan sebelum kemudian ibu datang lagi ke Australia selama 2 bulan. Menjelang akhir masa studi giliran suami yang mengambil cuti besar selama 3 bulan untuk menjaga anak-anak sekaligus membantu <em>packing</em>. <em>Alhamdulillah</em> semuanya lancar dan untuk biaya hidup juga masih mencukupi <em>kok</em>.</p>
<div id="attachment_3846" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/317270_10150419015541579_617509270_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-3846" alt="Bersama sesama mahasiswa indonesia di ANU" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/317270_10150419015541579_617509270_n.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bersama sesama mahasiswa indonesia di ANU</p></div>
<p>Nah, buat rekan-rekan Pemda yang berniat mencari beasiswa ke luar negeri, khususnya ADS jangan ragu untuk melangkah deh&#8230; Yang terpenting adalah kita mempersiapkan diri sebaik mungkin, memantapkan tekad, mencari informasi sebanyak-banyaknya dan jangan gampang menyerah. <em>Insya Allah</em> sukses menembus seleksi beasiswa akan dapat diraih.</p>
<p>Berikut link tes <em>online</em> yang pernah saya akses:</p>
<p><a href="http://www.examenglish.com/IELTS/index.php?gclid=CP2LyoS1o7UCFUd66wodSkgAWA">http://www.examenglish.com/IELTS/index.php?gclid=CP2LyoS1o7UCFUd66wodSkgAWA</a></p>
<p><a href="http://www.canadavisa.com/ielts/free-practice-tests.html">http://www.canadavisa.com/ielts/free-practice-tests.html</a></p>
<p><a href="http://www.ielts-exam.net/index.php?option=com_content&amp;task=section&amp;id=15&amp;Itemid=64">http://www.ielts-exam.net/index.php?option=com_content&amp;task=section&amp;id=15&amp;Itemid=64</a></p>
<p><a href="http://takeielts.britishcouncil.org/prepare-test/free-practice-tests">http://takeielts.britishcouncil.org/prepare-test/free-practice-tests</a></p>
<p><a href="http://www.ielts.studyau.com/">http://www.ielts.studyau.com/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/cara-mendapatkan-beasiswa/'>Cara mendapatkan beasiswa</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/2350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/2350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=2350&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2013/02/20/sharing-memburu-beasiswa-ads-buat-pns-pemda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9bbf87e217f1aa21ee0be1cc846647ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">farama19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/317270_10150419015541579_617509270_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama sesama mahasiswa indonesia di ANU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebakaran hutan (bushfire)</title>
		<link>http://nengkoala.com/2013/01/24/kebakaran-hutan-bushfire/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2013/01/24/kebakaran-hutan-bushfire/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2013 23:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evisafrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sydney]]></category>
		<category><![CDATA[Wollongong]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[bushfire]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3762</guid>
		<description><![CDATA[Ada 516 taman nasional di Australia. Mencakup wilayah 25 juta hektar. Saya ingin berbagi pengalaman dengan satu taman nasional saja yang ada di Sydney. Namun, sebelum saya membahas mengenai tempat yang menurut saya&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2013/01/24/kebakaran-hutan-bushfire/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3762&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/kebakaran-hutan.jpg"><img class="size-medium wp-image-3838 alignleft" alt="kebakaran hutan" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/kebakaran-hutan.jpg?w=300&#038;h=257" width="300" height="257" /></a></p>
<p>Ada 516 taman nasional di Australia. Mencakup wilayah 25 juta hektar. Saya ingin berbagi pengalaman dengan satu taman nasional saja yang ada di Sydney. Namun, sebelum saya membahas mengenai tempat yang menurut saya pribadi sangat penting ini, baiknya saya memperkenalkan diri dulu. Saya mahasiswa <em>kelewat</em> dewasa (<em>mature student</em>) mengambil S3 di<em> Australian National University</em>. Mungkin agak beda dari pembahas di Neng Koala sebelumnya, saya tinggal di Australia relatif lama, sekitar 12 tahun. Saya, suami dan satu anak tinggal di desa Helensburgh yang berpenduduk sekitar 3 ribu orang. Desa ini terletak 45 km di selatan Sydney dan 25 km di utara Wollongong, di pinggir taman nasional ke dua tertua di dunia, <em>Royal National Park.</em></p>
<p>Kenapa kami tinggal di pinggir “hutan”? Saya tinggal 25 tahun di Jakarta dan dari kecil masalah kesehatan utama saya selalu berhubungan dengan (polusi) udara. Sekarang masalah itu sudah hilang. Selain itu, ada banyak kegiatan yang menyehatkan, murah (bisa dikatakan gratis, ongkos parkir sekitar A$60/tahun) dan meriah yang kami sekeluarga selalu lakukan di taman nasional, antara lain piknik, jalan kaki (<em>bush walk</em>), bersepeda, berenang. Di taman nasional ini ada banyak pantai yang asri. Jika ingin informasi lebih banyak ada <a title="RNP" href="http://www.environment.nsw.gov.au/NationalParks/parkHome.aspx?id=N0030"> di sini </a>.</p>
<p>Salah satu masalah yang dihadapi setiap orang yang tinggal di sekitar taman nasional (<em>bush,</em> menurut Ozzi) adalah kebakaran hutan, yang sering dan biasanya terjadi pada musim panas sekitar akhir Desember hingga awal Februari. Pengalaman saya yang pertama terjadi 11 tahun lalu di hari natal. Sebagian <em>Royal National Park </em>terbakar. Asalnya dari percikan api yang dihasilkan oleh halilintar di padang rumput kering yang ditiup angin kencang sehingga kebakaran meluas dengan cepat. Tidak ada persiapan yang bisa dilakukan karena kami pada saat itu sedang ada di Jakarta, jadi tidak langsung menghadapi api yang menyala-nyala.</p>
<p>Menurut cerita tetangga, seluruh penduduk Helensburgh harus diungsikan. Pada saat itu semua orang sedang sibuk dengan keluarga masing-masing, makan siang di hari natal. Polisi mendatangi setiap rumah untuk memastikan penghuninya untuk meninggalkan tempat dan mengungsi ke bangunan yang disediakan (gedung olah raga) yang aman dari kebakaran, sekitar 15 km dari Helensburgh. Ada juga yang tidak mau mengungsi, hampir semua laki-laki, mereka bersiap mengamankan rumah masing-masing dengan senjata selang air. Hari itu 25 dari sekitar 600 rumah di Helensburgh dan desa tetangga terbakar. Rumah kami selamat. <em>Alhamdulillah. </em></p>
<p>Pengalaman ke dua. Selama 2 tahun terakhir ini Sydney dan sekitarnya mendapat curah hujan yang lumayan karena fenomena <em>La Nina</em>. Padang rumput &amp; hutan tumbuh subur. Pada musim panas tahun ini risiko kebakaran hutan sangat tinggi. Jauh-jauh hari pemerintah setempat (<em>council</em>) sudah mengingatkan penduduk untuk siaga. Pohon-pohon asli Australia (<em>native bush</em>) yang mudah terbakar, seperti eucalyptus dan banksia, dipangkas dan jangan sampai menyentuh rumah. Ranting-ranting kering dikumpulkan. Saluran air di atap rumah dibersihkan dari daun-daun kering. Semua sampah organik ini dibuang ditempat sampah hijau khusus tanaman untuk kemudian dikelola <em>council</em>. Selang air yang panjang disiapkan supaya tidak macet.</p>
<p>Pada hari Senin tanggal 7 Januari 2013, semua media elektronik (<em>email, twitter, facebook</em> dan telpon genggam) di kabupaten Illawara (dimana kami tinggal) menerima pesan bahwa esok hari risiko kebakaran sangat berbahaya (<em>catastrophic). Council</em> menyarankan semua penduduk untuk membaca berita dan “perintah” terbaru dari halaman maya <em><a title="rural fire service" href="http://www.rfs.nsw.gov.au/"> rural fire service</a></em>.</p>
<p>Mobil saya isi bensin lebih dari cukup untuk cepat meninggalkan tempat kalau diperlukan. Di dalam mobil satu tas kecil saya siapkan berisi: (1) satu setel baju masing-masing untuk suami, anak dan saya dan topi untuk menghindari terik matahari; (2) dua liter air minum dalam botol. Yang lain yang saya siapkan adalah dompet berisi semua kartu penting, telpon genggam dan komputer<em> laptop</em> berbaterai penuh untuk komunikasi. Dalam kondisi yang relatif gawat seperti ini, saya diingatkan bahwa yang paling penting adalah menyelamatkan jiwa.</p>
<p>Selasa 8 Januari 2013, suhu udara di Sydney dan Wollongong mencapai lebih dari 40 C. Jari-jari terasa memuai ketika berada di jalan raya atau menapak di jalan beton. Rasanya seperti dipanggang dalam oven. Seluruh Australia pada hari itu mengalami hari terpanas sejak data cuaca dicatat mulai tahun 1858. Di negara bagian New South Wales (NSW), lebih dari 140 kebakaran (<em>bushfire)</em> terjadi dan sekitar 1500 orang pemadam kebakaran bekerja keras. Untung bagi kami, kebakaran yang terdekat dari Helensburgh terjadi lebih dari 20 km sebelah barat, tapi angin hari itu tidak kencang. Kami terus memantau musim panas yang masih panjang ini, khususnya kalau suhu memanas lagi.</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kesehatan/'>Kesehatan</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/sydney/'>Sydney</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/wollongong/'>Wollongong</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3762/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3762&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2013/01/24/kebakaran-hutan-bushfire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1367e8e64a4112c48081abcc1c9df472?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">evisafrina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/kebakaran-hutan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kebakaran hutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nonton Australian Open Yuk &#8212; The Tennis Grand Slam of Asia Pacific</title>
		<link>http://nengkoala.com/2013/01/18/cara-menikmati-australian-open-the-grand-slam-of-asia-pacific/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2013/01/18/cara-menikmati-australian-open-the-grand-slam-of-asia-pacific/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2013 08:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dian Fikriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Melbourne]]></category>
		<category><![CDATA[Australian Open]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[melbourne]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[tennis australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3745</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu sudah hampir sebulan saya tiba di Aussie dan sudah beberapa tempat di Melbourne yang saya kunjungi. Tapi yang paling saya tunggu-tunggu saat itu adalah kesempatan menonton “Australian Open”. Australian Open adalah&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2013/01/18/cara-menikmati-australian-open-the-grand-slam-of-asia-pacific/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3745&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu sudah hampir sebulan saya tiba di Aussie dan sudah beberapa tempat di Melbourne yang saya kunjungi. Tapi yang paling saya tunggu-tunggu saat itu adalah kesempatan menonton “<a href="http://www.australianopen.com/index.html">Australian Open</a>”. Australian Open adalah perhelatan tenis akbar se-Asia Pasifik atau <i>Grand Slam</i> yang diadakan di awal tahun di kota Melbourne (ada 4 turnamen <em>Grand Slam</em> selama setahun yang diadakan di berbagai belahan dunia). Tahun ini Australian Open berlangsung dari tanggal 14-27 Januari 2013. Bagi mahasiswa yang baru saja tiba di Melbourne atau bahkan jika Anda tidak tinggal di Melbourne tapi menyukai tenis, saya sarankan untuk menandai kalender Anda untuk mengunjunginya. Kapan lagi bisa menonton <i>Grand Slam </i>jika tidak saat kuliah di Aussie.</p>
<p>Saya menonton Australian Open selama dua tahun (2010 &amp;2011), mumpung saya tinggal di Melbourne waktu itu. Tahun pertama saya hanya menonton dengan tiket yang paling murah, yaitu tiket Ground Pass. Anda cukup membayar $25 (waktu itu) dan bisa menyaksikan pertandingan tenis di semua lapangan selain <i>main court</i>. Tentu saja yang bermain di lapangan tersebut adalah pemain tenis di luar 10 besar. Terkadang Anda beruntung bisa melihat pemain 10 besar yang bermain di lapangan-lapangan kecil ini seperti misalnya David Ferrer (sekarang sudah menjadi peringkat 5), atau orang-orang yang dulunya masuk 10 besar tapi sudah menurun peringkatnya karena faktor usia atau cedera seperti Nikolai Davydenko yang pernah menjadi ranking 3 di tahun 2006. Untuk Anda yang hanya ingin mencari pengalaman melihat tenis, tiket ini adalah penawaran yang bagus.</p>
<p>Semua tiket Australian Open dapat dibeli melalui <a href="http://premier.ticketek.com.au/Shows/show.aspx?sh=AO13PS&amp;view=ao">ticketek</a>, beli langsung di tempat atau di toko buku yang biasa menjual tiket. Karena tiket <em>Ground Pass</em> tidak menyediakan nomor tempat duduk maka jumlah tiket yang dijual cukup banyak. Namun konsekuensinya tidak semua orang bisa ditampung di tempat duduk yang disediakan di lapangan, terutama di akhir pekan yang pengunjungnya banyak. Dulu saya diajarkan oleh pemegang tiket <em>Ground Pass</em> lain, rajin-rajinlah berkunjung ke website Australian Open untuk mengetahui siapa yang bermain di lapangan mana pada hari anda akan menonton. Jadi anda bisa bersiap-siap sekitar setengah-sejam sebelumnya untuk duduk manis di tempat  yang strategis atau <em>ngecup </em>istilah jawanya. Tapi Anda harus bersiap bekal makanan, minuman dan juga topi atau payung untuk melindungi dari hujan atau panas. Jangan sampai seperti saya yang terkena <em>sunburn</em> setelah seharian menonton Australian Open karena tidak menyangka sinar mataharinya bisa sepanas itu walaupun &#8216;hanya&#8217; 28-29 derajat.</p>
<div id="attachment_3754" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/davydenko.jpg"><img class="size-medium wp-image-3754 " alt="Menonton Davydenko dengan tiket Ground Pass" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/davydenko.jpg?w=300&#038;h=199" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Menonton Davydenko dengan tiket Ground Pass</p></div>
<p>Pada tahun kedua, saya <em>bela-belain</em> menonton final tunggal putra Australian Open yang harganya cukup membuat mata melotot, tapi untuk suami yang memang hobi bermain tenis, harga yang dibayar untuk menonton final memang pantas dikeluarkan.  Pada waktu itu tiket final tunggal putra harganya berkisar $350. Angka yang cukup fantastis bagi mahasiswa yang beasiswanya pas-pasan seperti saya. Saya menonton bersama suami jadi bayangkan berapa yang harus saya bayar. Namun suami saya sudah bertekad untuk bekerja kesana kemari supaya bisa membeli tiket final. Dan pengalaman menonton secara langsung cukup membuat kami terkesan. Tidak hanya merasakan ketegangan antar pemain dalam memenangi pertandingan, tapi yang paling terasa adalah riuh sorak penonton yang mendukung jagoan mereka. Lontaran mereka yang lucu-lucu membuat para penonton serasa seperti <i>big family </i>yang sedang menyaksikan tontonan di ruang tengah rumah mereka. Penonton yang duduk di sebelah Anda, tiba-tiba menjadi orang yang bisa jadi kawan untuk mencemooh lawan atau sekedar mengomentari jalannya pertandingan. Dengan pengalaman yang cukup kaya seperti ini, saya rasa bagi Anda yang memang penggemar tenis dan mempunyai cukup rejeki tidak ada salahnya memanjakan diri untuk menonton final. Tapi ingat, membeli tiket final harus beberapa bulan sebelumnya. Tiket final <i>Grand Slam </i>selalu saja habis 1-2 bulan sebelum acara dimulai. Heran? Saya pun demikian awalnya, ternyata walaupun tenis bukan sebuah <i>pop culture </i>di Aussie seperti footy, banyak para <i>tennis freak</i> seperti suami saya yang sudah menunggu-nunggu turnamen <i>Grand Slam</i>.</p>
<div id="attachment_3749" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/tempat-duduk.jpg"><img class="size-medium wp-image-3749 " alt="Dengan tiket $350 anda mendapatkan tempat duduk di tengah, cukup dekat dengan pemain" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/tempat-duduk.jpg?w=300&#038;h=199" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Dengan tiket $350 anda mendapatkan tempat duduk di tengah, cukup dekat dengan pemain</p></div>
<div id="attachment_3747" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/the-match.jpg"><img class="size-medium wp-image-3747 " alt="Suasana final Australian Open 2011, Novak Djokovic vs. Andy Murray" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/the-match.jpg?w=300&#038;h=196" width="300" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana final Australian Open 2011, Novak Djokovic vs. Andy Murray</p></div>
<div id="attachment_3748" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/nole.jpg"><img class="size-medium wp-image-3748 " alt="Djokovic sedang beraksi di final &amp; akhirnya memenangkan title Grand Slam ke-2 untuk dia" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/nole.jpg?w=300&#038;h=199" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Djokovic sedang beraksi di final &amp; akhirnya memenangkan title Grand Slam ke-2 untuk dia</p></div>
<p>Selain dua alternatif diatas untuk menonton Australian Open, anda bisa merogoh kocek sedikit lebih banyak, sekitar $60-65<i> </i>untuk menonton pertandingan di Hisense Arena. Di lapangan ini anda dapat menonton pertandingan dari pemain 10 besar (di luar pemain 3 besar) sebelum masuk ke babak perempat final.</p>
<p>Oia, selain menonton pertandingan tenis Anda juga akan dihibur di luar lapangan oleh stand-stand sponsor yang membagikan barang-barang gratisan. Ada yang memberikan air mineral, kipas angin kecil atau topi untuk melindungi dari panasnya matahari Melbourne. Ada juga yang menawarkan spa dan <i>face painting</i>. Dengan beragam hiburan di luar lapangan ini, anak-anak pun bisa menikmati Australian Open. Suguhan menarik yang baru diadakan selama 2 tahun ini di Australian Open adalah adanya <em>kids day </em>dimana anak-anak dapat menonton pemain tenis papan atas &#8216;bertanding&#8217; untuk menghibur dan memotivasi anak-anak untuk menjadi pemain tenis profesional.</p>
<p>Ada lagi sebenarnya alternatif lain menikmati menonton Australian Open. Anda bisa datang ke Federation Square di pusat kota Melbourne untuk nobar (nonton bareng) final Australian Open. Saya juga melakukannya sewaktu menonton final tunggal putri dan lumayan ramai. Meskipun Anda bukan penggemar tenis, tidak ada salahnya mencari pengalaman menonton perhelatan olahraga akbar seperti Australian Open dan silahkan memilih cara untuk menikmati <i>Grand Slam</i>. Selamat menonton!</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/hobi/'>Hobi</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/melbourne-2/'>Melbourne</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3745&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2013/01/18/cara-menikmati-australian-open-the-grand-slam-of-asia-pacific/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/the-match.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/the-match.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">the match</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/51804ffacc54a548c58c9f5acd046063?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">dianfikriani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/davydenko.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Menonton Davydenko dengan tiket Ground Pass</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/tempat-duduk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dengan tiket $350 anda mendapatkan tempat duduk di tengah, cukup dekat dengan pemain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/the-match.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana final Australian Open 2011, Novak Djokovic vs. Andy Murray</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2013/01/nole.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Djokovic sedang beraksi di final &#38; akhirnya memenangkan title Grand Slam ke-2 untuk dia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Bernyanyi!</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/11/26/mari-bernyanyi/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/11/26/mari-bernyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2012 06:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Allira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[lagu anak]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[piano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3700</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kulihat awan seputih kapas Arak-berarak di langit luas Andai kudapat ke sana terbang Akan kuraih, kubawa pulang&#8221; Ada berapa orang yang membaca tulisan ini yang tahu lagu tersebut? Awan merupakan salah satu contoh&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/11/26/mari-bernyanyi/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3700&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Kulihat awan seputih kapas</em><br />
<em>Arak-berarak di langit luas</em><br />
<em>Andai kudapat ke sana terbang</em><br />
<em>Akan kuraih, kubawa pulang&#8221;</em></p>
<p><img class="alignleft" title="Piano" alt="" src="http://i.ytimg.com/vi/d-pA-Om4Jvk/0.jpg" width="480" height="360" />Ada berapa orang yang membaca tulisan ini yang tahu lagu tersebut? Awan merupakan salah satu contoh lagu anak Indonesia klasik yang memiliki melodi sederhana dengan pilihan kata yang menarik. Dengan kata lain, sederhana namun bermakna. Ada ratusan lagu anak Indonesia lainnya seperti lagu Awan ini, namun ada berapa dari kita yang masih mengingatnya?</p>
<p>Memang saya berada di sini untuk mencari ilmu di bidang lingkungan. Kebetulan (benar-benar kebetulan!) saya diberi kepercayaan oleh AusAID untuk meneruskan studi di jenjang master kajian lingkungan di Canberra. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa panggilan jiwa saya adalah musik, terutama mengajar musik untuk anak-anak.  Suatu sore, saya sedang mengajar privat piano untuk beberapa anak-anak Indonesia di sini. Alangkah sedihnya saya ketika saya bertanya, &#8220;Kamu tahu lagu anak-anak Indonesia apa saja?&#8221;, saya mendapat jawaban &#8220;Sudah pada lupa, Mbak.&#8221;</p>
<p>Dari situ saya tak henti berpikir, mengapa? Apa yang membuat lagu-lagu anak Indonesia yang indah-indah tersebut semakin terlupakan? Apa yang membuat anak-anak Indonesia, dimanapun mereka berada, merasa malu menyanyikan lagu anak tapi bangga jika harus menyanyikan lagu orang dewasa? Lagunya pun berbahasa asing pula, entah itu Inggris, Korea, atau lainnya!</p>
<p>Berpikir saja tidak akan membuat hati saya tenang. Saya pun berniat melakukan sesuatu untuk, paling tidak, mengingatkan kembali orang Indonesia akan khazanah lagu anak Indonesia. Tapi apa? Berhubung yang saya bisa hanyalah bermain musik, maka saya dan beberapa rekan pun menggarap ide mengenai tembangcilik.</p>
<p>Apa itu tembangcilik?</p>
<p>Tembangcilik adalah kanal <em>youtube</em> yang berisi cover akustik lagu anak Indonesia dengan aransemen sederhana namun tetap indah didengar. Mengapa youtube? Karena youtube jangkauannya luas dan saat ini, salah satu sosial media penyimpanan video yang paling banyak diakses oleh warga dunia. Mengapa akustik? Karena kami merasa &#8220;eneg&#8221; mendengar lagu anak Indonesia dikorbankan keindahan melodinya oleh aransemen musik elektronis. Kami mendapat inspirasi dari acara tv <em>Play School</em> yang mayoritas musik dan lagunya hanya diiringi oleh piano. Sederhana, tapi tetap indah. Mengapa aransemennya harus sederhana? Karena kami ingin video-video di tembangcilik juga bisa menjadi &#8220;<em>minus one</em>&#8221; dan bisa dijadikan referensi jika ada orang yang lupa melodi asli beberapa lagu anak Indonesia. Itulah mengapa kami juga menaruh lirik lagu di <a title="Video Tembangcilik" href="http://www.youtube.com/watch?v=l4lbPkWxwko&amp;feature=channel&amp;list=UL" target="_blank">video-video kami</a>.</p>
<p>Akhirnya pada awal Januari 2012, kami pun merealisasikan ide tembangcilik di kanal youtube. Saat ini, kami baru mengaransemen 16 lagu anak Indonesia. Masih jauh dari jumlah keseluruhan lagu klasik anak Indonesia yang mencapai ratusan itu. Namun biar lambat asal selamat. Tak berhenti di ranah maya, tim tembangcilik pun ikut mengajar lagu-lagu anak tersebut di beberapa komunitas Indonesia di Australia.</p>
<p>Mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan untuk menggiatkan kembali lagu anak Indonesia. Namun paling tidak, ada yang bisa kami lakukan, daripada tidak sama sekali.</p>
<p>Saat ini tembangcilik masih memerlukan bantuan teman-teman yang bisa bermain instrumen akustik untuk membantu mencakup lebih banyak lagu anak indonesia. Tembangcilik pun mencari komunitas atau tim yang membutuhkan tenaga pengajar sukarelawan untuk mengajar lagu anak Indonesia di wilayah Jakarta. Jika ada yang tertarik, bisa menghubungi tembangcilik di tembangcilik@gmail.com, <a title="Facebook Tembangcilik" href="http://www.facebook.com/tembangcilik" target="_blank">Facebook</a>, atau <a title="Twitter Tembangcilik" href="http://www.twitter.com/tembangcilik" target="_blank">Twitter</a>.</p>
<p>Mari bernyanyi lagu anak Indonesia bersama tembangcilik!</p>
<p>-Neng Scaramouche-</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/hobi/'>Hobi</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3700&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/11/26/mari-bernyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/piano.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/piano.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">PIANO</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/42abbb26932ec4dd35380253db118b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">allirabinda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.ytimg.com/vi/d-pA-Om4Jvk/0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Piano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skype credit: layanan telepon internasional irit</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/11/25/skype-credit-layanan-telepon-internasional-irit/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/11/25/skype-credit-layanan-telepon-internasional-irit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2012 07:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Natasha Ardiani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga dan hubungan interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[international call]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kartu telepon]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi hemat]]></category>
		<category><![CDATA[lebara]]></category>
		<category><![CDATA[long distance relationship]]></category>
		<category><![CDATA[neng]]></category>
		<category><![CDATA[Skype]]></category>
		<category><![CDATA[telepon murah australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3579</guid>
		<description><![CDATA[Membaca kumpulan tulisan di Neng Koala menyadarkan saya bahwa saya dikelilingi oleh wanita-wanita kuat, pintar dan hebat selama studi saya di Canberra dari tahun 2011 hingga 2012. Saya pun merasa bisa belajar banyak&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/11/25/skype-credit-layanan-telepon-internasional-irit/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3579&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca kumpulan tulisan di Neng Koala menyadarkan saya bahwa saya dikelilingi oleh wanita-wanita kuat, pintar dan hebat selama studi saya di Canberra dari tahun 2011 hingga 2012. Saya pun merasa bisa belajar banyak dari para kontributor tentang pelajaran hidup. Berlatar belakang <i>spirit</i> untuk saling berbagi, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang merasa berada di situasi serupa.</p>
<p>Menjalani <i>long distance relationship</i> dengan tunangan yang sudah berpasangan dengan saya selama tiga tahun tidak lah repot karena sudah ada teknologi  seperti Blackberry <i>messenger</i>,  Skype, Google hangout e-mail, dan lain-lain. Keseharian saya pun tak lepas dari beragam <i>gadget</i> dan penggunaan teknologi untuk berhubungan dengan orang terdekat di tanah air. Hal pertama yang saya lakukan ketika menginjakkan kaki di Canberra adalah mendatangi gerai Vodafone dan memasang layanan <i>plan</i> termasuk layanan <i>international call.</i> Kendala dengan <i>international call quota</i> dan kartu telepon internasional adalah cepat habis dan sulit dipantau. Lalu saya pun menemukan cara efektif untuk menelepon internasional tanpa menguras kantong. Saya beralih menggunakan Skype <i>credit</i> untuk menelepon ke Indonesia dari Australia. Skype sudah meng-<i>cover</i> 170 negara dengan berbagai <i>rates</i> telepon yang berbeda, jaringan kuat dan biaya yang sangat murah. Bahkan menurut saya lebih murah daripada kartu telepon yang lazim digunakan di Australia seperti Lebara.</p>
<div id="attachment_3717" class="wp-caption alignnone" style="width: 778px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-16-18-pm.png"><img class=" wp-image-3717 " title="Layar depan portal Skype" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-16-18-pm.png?w=768&#038;h=355" width="768" height="355" /></a><p class="wp-caption-text">Layar depan portal Skype. Klik &#8216;Sign in&#8217; untuk masuk ke akun atau &#8216;Join Skype&#8217; kalau belum memiliki akun</p></div>
<p>Memang tidak banyak yang mengetahui keberadaan dan fungsi dari Skype yang hanya sering difungsikan sebagai sarana komunikasi virtual. Padahal kalau kita <i>explore</i> lebih jauh di <a href="http://www.skype.com/">skype.com</a>, banyak sekali kegunaan dari Skype yang tidak kita ketahui. Caranya mudah saja. Buka skype.com dan masukkan identitas pengguna serta <i>password</i> (kalau belum memiliki akun Skype, tentunya harus mendaftarkan diri dulu)<i>.</i> Kemudian pilih opsi <i>Buy credit</i> atau <i>Add credit</i> untuk membeli atau menambah kredit Skype menggunakan <i>credit card</i>. Kalau <i>credit</i> sudah terisi, pilih opsi <i>Features </i>di pojok kiri atas, kemudian pilih opsi di <i>Skype to go number</i>. Kemudian daftarkan satu sampai tiga nomor telepon Australia sebagai basis menelepon ke nomor internasional. Artinya, Skype <i>credit </i>yang baru dibeli sudah tercatat dan terekam di memori nomor telepon yang kita daftarkan.</p>
<div id="attachment_3718" class="wp-caption aligncenter" style="width: 829px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-35-pm.png"><img class=" wp-image-3718 " title="skype2" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-35-pm.png?w=819&#038;h=358" width="819" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Klik &#8216;Add credit&#8217; untuk membeli kredit Skype</p></div>
<p><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-57-pm2.png"><img class=" wp-image-3721 " title="skype3" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-57-pm2.png?w=864&#038;h=364" width="864" height="364" /></a></p>
<dl class="wp-caption aligncenter" id="attachment_3721" style="width:874px;">
<dd class="wp-caption-dd">Silakan beli kredit sesuai opsi jumlah yang ada!</dd>
</dl>
<div id="attachment_3723" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-19-29-pm1.png"><img class=" wp-image-3723 " title="skype4" alt="Pilih opsi 'Skype To Go Number'" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-19-29-pm1.png?w=1024&#038;h=456" width="1024" height="456" /></a><p class="wp-caption-text">Pilih opsi &#8216;Skype To Go Number&#8217;</p></div>
<div id="attachment_3724" class="wp-caption aligncenter" style="width: 865px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-24-57-pm.png"><img class="size-full wp-image-3724" title="Screen Shot 2012-11-26 at 10.24.57 PM" alt="skype5" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-24-57-pm.png?w=620"   /></a><p class="wp-caption-text">Di kiri (tertutup kotak warna orange) adalah nomor lokal Indonesia dimulai dengan angka +62 dan di kanan terlihat nomor lokal Australia dimulai dengan nomor +61</p></div>
<p>Selanjutnya, daftarkan nomor telepon yang akan dihubungi di <i>Skype to go number</i>. Bisa telepon rumah dan teelpon genggam, dan jumlah nomor yang didaftarkan tidak terbatas. Misalnya saya masukkan nomor +62812302xxxx, saat saya <i>hit enter</i> lalu di samping kanan muncul nomor lokal Canberra, misalnya (02)6100xxxxx. Nomor lokal inilah yang lalu saya simpan di telepon genggam saya untuk kemudian di­-<i>dial</i>. Harga telepon per 60 menitnya atau satu jam sekitar AUD 7.8. Kita bisa pilih menu 1) <i>Pay as you go</i>, 2) terus menerus membeli <i>credit </i>secara manual, 3) menambahkan <i>credit</i> secara otomatis jika <i>credit </i>hampir habis, atau 4) membeli <i>subscription</i> dengan harga paling mahal senilai AUD 45 untuk pemakaian selama 800 menit. Perlu diingat layanan telepon ini bisa digunakan dari telepon genggam, telepon kabel, <em>tablet PC</em>ataupun dari akun Skype masing-masing.</p>
<p>Skype <i>credit</i> jelas melancarkan intensitas berhubungan dengan orang terdekat bagi saya dan sampai sekarang di Indonesia pun saya masih menggunakannya untuk melakukan telepon internasional karena <i>cost</i>-nya rendah dan lebih mudah dipantau daripada kalau kita menggunakan cara tradisional.</p>
<p><i>Disclaimer: Saya tidak bermaksud mempromosikan merk dagang tertentu tetapi hanya mendemonstrasikan fungsionalitas dari teknologi sehari-hari.<br />
</i></p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/keluarga-dan-hubungan-interpersonal/'>Keluarga dan hubungan interpersonal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3579&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/11/25/skype-credit-layanan-telepon-internasional-irit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce60d9f6ee265640c4c5e78d202085fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">natashaardiani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-16-18-pm.png" medium="image">
			<media:title type="html">Layar depan portal Skype</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-35-pm.png?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">skype2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-18-57-pm2.png" medium="image">
			<media:title type="html">skype3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-19-29-pm1.png?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">skype4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/screen-shot-2012-11-26-at-10-24-57-pm.png" medium="image">
			<media:title type="html">Screen Shot 2012-11-26 at 10.24.57 PM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMP dan SMA di Australia:  Relevan dan Mencerdaskan</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/11/16/smp-dan-sma-di-australia-relevan-dan-mencerdaskan/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/11/16/smp-dan-sma-di-australia-relevan-dan-mencerdaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2012 03:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Risa Bhinekawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Canberra]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga dan hubungan interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[australia capital territory]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa australia]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan australia]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah australia]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pendidikan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[SMA australia]]></category>
		<category><![CDATA[SMP australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3673</guid>
		<description><![CDATA[Pada intinya, sistem pendidikan menengah di Australia sangatlah relevan dan mencerdaskan.  Pemerintah dan siswa sama-sama melakukan investasi.  Pemerintah membangun sistem sekolah untuk mencetak manusia yang cerdas, bermartabat dan mampu bersaing secara global, sedangkan&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/11/16/smp-dan-sma-di-australia-relevan-dan-mencerdaskan/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3673&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3707" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/lingkungan-yang-asri-sekitar-dicson-college.jpg"><img class="size-medium wp-image-3707" title="lingkungan yang asri sekitar Dickson College" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/lingkungan-yang-asri-sekitar-dicson-college.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">lingkungan yang asri sekitar Dickson College</p></div>
<p><i>Pada intinya, sistem pendidikan menengah di Australia sangatlah relevan dan mencerdaskan.  Pemerintah dan siswa sama-sama melakukan investasi.  Pemerintah membangun sistem sekolah untuk mencetak manusia yang cerdas, bermartabat dan mampu bersaing secara global, sedangkan siswa menginvestasikan waktunya untuk menjadi manusia yang tangguh.</i></p>
<p>Keinginan saya untuk bersekolah bersama Rifqi, anak saya satu-satunya, terwujud pada saat saya menerima beasiswa Australia Leadership Award (ALA) untuk melanjutkan pendidikan tingkat doktoral di Australian National University di Canberra.   Sebagai penerima beasiswa dari AusAID (Australian Agency for International Development), saya diperbolehkan membawa  Rifqi, dan dia dibebaskan dari biaya pendidikan sampai lulus SMA, asalkan bersekolah di <i>Public School</i> atau sekolah negeri.Prosedur untuk mendaftar sekolah di Canberra tidaklah sulit.  Yang diperlukan adalah surat pengantar dari Departemen Pendidikan ACT (Australia Capital Territory) yang telah diuruskan oleh AusAID.  Surat tersebut dibuat berdasarkan aplikasi visa saya yang menyatakan bahwa saya membawa anak usia sekolah.  Karena wajib belajar di Australia berlaku hingga SMA, sudah menjadi kewajiban bagi sekolah untuk menjamin bahwa tidak ada anak usia sekolah di rayon sekolah tersebut yang tidak bersekolah.</p>
<p>Sejak di Jakarta saya sudah memilih SMP mana yang potensial untuk menjadi sekolah Rifqi, dan lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus saya, ANU (Australian National University).  Pilihan saya jatuh pada Lyneham High School yang mempunyai reputasi sangat baik di Canberra.  Berdasarkan lokasi Lyneham High School, saya menentukan lokasi rumah untuk disewa.  Syukurlah, kami mendapatkan apartemen 2 kamar yang lokasinya sekitar 500 meter dari sekolah Rifqi, dan 3.5 km dari ANU.</p>
<p>Rifqi tiba diantar oleh mas Ikong (suami saya) pada bulan Juli 2010 setelah dia tamat SMP.  Kami menghadap wakil kepala sekolah Lyneham High School yang langsung mewawancara Rifqi.  Karena kalender sekolah Indonesia dimulai di bulan Juli sedangkan  di Australia dimulai bulan Januari, Rifqi diminta memilih apakah ingin “lompat” kelas atau “turun” kelas.  Selain itu, di Australia, <i>high school</i> berlangsung dari kelas 7 sampai kelas 10.  Sedangkan kelas 11 dan 12 (setara dengan kelas 2 dan 3 SMA di Indonesia) dikategorikan sebagai “College” atau persiapan ke perguruan tinggi.</p>
<div id="attachment_3705" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-and-paul-one-of-his-good-friends-at-dickson-college-canberra.jpg"><img class="size-medium wp-image-3705" title="Rifqi dan Paul, salah satu teman baiknya di Dickson College" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-and-paul-one-of-his-good-friends-at-dickson-college-canberra.jpg?w=300&#038;h=215" width="300" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Rifqi dan Paul, salah satu teman baiknya di Dickson College</p></div>
<p>Rifqi memutuskan untuk “turun” kelas, atau masuk kelas 9 (setara kelas 3 SMP di Indonesia) dengan pertimbangan agar bisa mengikuti pelajaran dengan lebih yakin.  Mata pelajaran SMP di Australia sangatlah tepat guna dan mendalam.  Misalnya, di tingkat SMP Rifqi bisa memilih 5 mata pelajaran wajib dan 2 mata pelajaran pilihan.   Mata pelajaran wajib meliputi Matematika, Bahasa Inggris, IPA dan IPS, dan olah raga.  Sedangkan mata pelajaran pilihan meliputi band, pertukangan, memasak, metalurgi, seni lukis dan banyak lagi.   Agama tidak diajarkan di sekolah.  Budi pekerti dinilai dari kedisiplinan siswa dalam memenuhi jadwal tugas, tidak terlambat ke sekolah, dan partisipasi di dalam dan di luar kelas.  Jika Rifqi terlambat 15 menit tanpa lapor, secara otomatis saya diberitahu oleh sekolah melalui sms.  Jika Rifqi gagal memenuhi tenggat waktu memasukkan tugas, saya dikirimi email oleh gurunya.  Selain itu ada sanksi yang berat jika siswa melakukan pelecehan kepada siswa lain, merokok atau mabuk.</p>
<p>Di usia 15 tahun, Rifqi juga sudah boleh bekerja paling banyak 10 jam seminggu.  Dalam hal ini, Rifqi mengambil kesempatan untuk bekerja di Pizza Hut sampai dia berusia 16 tahun.  Kebetulan Pizza Hut lokasinya di pusat pertokoan Dickson yang letaknya hanya 500 meter dari rumah.  Pengalaman ini sangat baik bagi Rifqi untuk menghargai uang, waktu, dan hubungan antar manusia.</p>
<p>Setelah tamat dari kelas 10 Lyneham High School, Rifqi melanjutkan kuliah di Dickson College.  Kebetulan, rumah kami pun pindah ke dekat Dickson College, sehingga Rifqi hanya perlu berjalan kaki 10 menit ke sekolah.</p>
<div id="attachment_3706" class="wp-caption alignleft" style="width: 277px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/belajar-berkelompok-di-perpustakaan-dickson-college-pada-saat-line-off-jam-kosong.jpg"><img class="size-medium wp-image-3706" title="belajar berkelompok di perpustakaan Dickson College pada saat line-off (jam kosong)" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/belajar-berkelompok-di-perpustakaan-dickson-college-pada-saat-line-off-jam-kosong.jpg?w=267&#038;h=300" width="267" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">belajar berkelompok di perpustakaan Dickson College pada saat line-off (jam kosong)</p></div>
<p>Untuk tingkat College (kelas 11 dan 12), siswa diajarkan untuk mandiri dan dipersiapkan untuk ke universitas.  Sistem sekolah mirip dengan kuliah, dimana siswa bisa memilih 4 mata pelajaran wajib dan satu atau 2 mata pelajaran pilihan.  Karena Rifqi berminat untuk melanjutkan ke jurusan Komunikasi dan Media di perguruan tinggi, dia memilih matematika, bahasa Inggris <i>(writer’s workshop),</i> Media, sejarah dan hubungan internasional.Setiap awal kwartal, Rifqi menerima silabus yang berisi rincian tentang pelajaran, jadwal dan target yang akan dicapai pada semester tersebut.   Informasi tersebut juga tersedia <i>on-line</i> dan bisa diakses oleh orang tua siswa.  Sama dengan di Lyneham High School, hubungan antar siswa, guru dan orang tua di Dickson College juga sangat erat.  Setiap acara pertemuan orang tua dan guru, saya diberi masukan tentang kelebihan dan kelemahan Rifqi, sehingga saya bisa bekerjasama dengan guru untuk mendukung Rifqi mencapai nilai maksimal.  Dalam banyak hal, saya melihat siswa Australia sangatlah menjaga tata krama dalam berhubungan dengan sesama.  Karena pendidikan yang interaktif, siswa belajar mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.</p>
<p><b>Mengapa sistem pendidikan menengah Australia bisa mencetak manusia berpikiran maju?</b><b> </b></p>
<p>Sistem pendidikan menengah di Australia sangatlah manusiawi baik bagi siswa maupun guru.  Pelajaran yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.  Pilihannya banyak, namun siswa hanya memilih pelajaran yang mereka minati.  Di kelas 7 sampai 10, siswa boleh memilih maksimum 7 mata pelajaran (5 wajib dan 1 atau 2 pilihan; sedangkan di kelas 11 sampai 12, siswa memilih maksimum 6 mata pelajaran (4 wajib dan 1 atau 2 pilihan).  Dengan demikian siswa menekuni pelajaran yang sesuai dengan minat dan pilihan masa depan mereka.</p>
<p>Mata pelajaran tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa secara akademis, namun, karena cara penyampaiannya sangat interaktif, kemampuan hidup <i>life skill</i>  seperti berpikir (berpikir kritis, berpikir kreatif dan memecahkan masalah), serta berkelakuan baik <i>behavioral skill </i>(berkomunikasi, berorganisasi, bekerjasama dan memimpin) siswa juga semakin meningkat.</p>
<p>Selain itu, sistem pendidikan di Australia khususnya, tidak mengenal istilah anak yang bodoh, karena semua anak dapat memberi manfaat bagi kehidupan.  Misalnya, pelajaran Matematika di tingkat SMA terdiri dari 4 kategori.  Kategori 1 untuk siswa yang ingin menjadi ilmuwan; kategori 2 untuk siswa yang ingin kuliah di bisnis atau ekonomi; kategori 3 untuk siswa yang ingin melanjutkan kuliah di bidang ilmu sosial; dan kategori 4 untuk yang tidak ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi. Siswa bisa mendapatkan nilai “A” di kategorinya masing-masing.  Dengan demikian mereka dapat memiliki rasa percaya diri yang tinggi.</p>
<div id="attachment_3708" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-bercanda-bersama-teman-teman-di-lapangan-basket-pada-saat-istirahat.jpg"><img class="size-medium wp-image-3708" title="Rifqi bercanda bersama teman-teman di lapangan basket pada saat istirahat" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-bercanda-bersama-teman-teman-di-lapangan-basket-pada-saat-istirahat.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rifqi bercanda bersama teman-teman di lapangan basket pada saat istirahat</p></div>
<p>Dengan cara penyampaian yang menyenangkan, para siswa termotivasi untuk memberikan yang terbaik.  Misalnya, pelajaran sejarah yang di Indonesia biasa dianggap membosankan, di Australia justru menjadi pelajaran yang menyenangkan karena siswa diminta menganalisa sejarah, misalnya tentang Napoleon.  Siswa mempelajari karakter kepemipinan Napoleon dan melihat relevansi kepemimpian beliau terhadap konteks masa kini dan masa depan.  Dengan demikian, pelajaran sejarah menjadi relevan dengan kebutuhan jaman. Atau untuk pelajaran mengarang, setiap siswa harus mempersiapkan tulisan sebesar 1,500 kata untuk mendapatkan <em>peer review </em>dari 4 orang temannya yang diundi pada saat pelajaran bahasa Inggris dimulai.  Kelima orang siswa duduk dalam satu kelompok dan secara bergantian membaca dan memberi masukan konstruktif untuk karya 4 orang siswa lainnya.</p>
<p>Yang juga tak kalah penting adalah jumlah siswa per kelas yang tidak terlalu besar, maksimum 25 siswa per kelas sehingga guru dapat memperhatikan siswa dengan baik.  Jika siswa mengalami kesulitan, guru siap untuk dihubungi setiap saat.  Selain itu, guru juga memberikan masukan bagi konsep tugas yang diberikan oleh siswa sebelum tenggat waktu.  Setiap siswa mendapat kesempatan untuk melakukan yang terbaik karena dukungan sekolah dan guru yang memadai.  Guru merupakan profesi yang terhormat.  Komunikasi antara guru, siswa dan orang tua sangat terbuka.  Kami berteman dan saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing serta bekerjasama untuk mencapai prestasi akademis yang maksimal.</p>
<p>Saya bersyukur bisa mendampingi Rifqi dalam 4 tahun masa transisinya, dari remaja menjadi dewasa, dalam sistem pendidikan Australia.  Dari hari ke hari saya amati betapa Rifqi menjadi lebih mandiri, baik secara akademis maupun dalam pemecahan masalah sehari-hari.  InshaAllah, di awal tahun 2014 Rifqi siap untuk tinggal sendiri untuk meneruskan sekolahnya di salah satu universitas di Australia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/canberra/'>Canberra</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/keluarga-dan-hubungan-interpersonal/'>Keluarga dan hubungan interpersonal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3673/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3673&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/11/16/smp-dan-sma-di-australia-relevan-dan-mencerdaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/545d151a7f631b33a0753941caeb0f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Bhinekawati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/lingkungan-yang-asri-sekitar-dicson-college.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lingkungan yang asri sekitar Dickson College</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-and-paul-one-of-his-good-friends-at-dickson-college-canberra.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rifqi dan Paul, salah satu teman baiknya di Dickson College</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/belajar-berkelompok-di-perpustakaan-dickson-college-pada-saat-line-off-jam-kosong.jpg?w=267" medium="image">
			<media:title type="html">belajar berkelompok di perpustakaan Dickson College pada saat line-off (jam kosong)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/rifqi-bercanda-bersama-teman-teman-di-lapangan-basket-pada-saat-istirahat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rifqi bercanda bersama teman-teman di lapangan basket pada saat istirahat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PPIA ANU: Jauh Bukan Berarti Lupa</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/11/02/ppia-anu-jauh-bukan-berarti-lupa/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/11/02/ppia-anu-jauh-bukan-berarti-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 11:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taniaalvinanathania</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Canberra]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa australia]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi kemahasiswaan australia]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi mahasiswa australia]]></category>
		<category><![CDATA[perhimpunan mahasiswa indonesia di australia]]></category>
		<category><![CDATA[PPIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3611</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari kesempatan untuk dapat menuntut ilmu di The Australian National University (ANU), Canberra, petualangan saya untuk tinggal sendiri di negeri orang dimulai. Sebenarnya  tinggal jauh dari rumah bukanlah hal yang baru untuk&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/11/02/ppia-anu-jauh-bukan-berarti-lupa/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3611&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/254489_4712651376991_1213222255_n.jpeg"><img class="alignright size-medium wp-image-3620" title="254489_4712651376991_1213222255_n" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/254489_4712651376991_1213222255_n.jpeg?w=225&#038;h=300" width="225" height="300" /></a>Bermula dari kesempatan untuk dapat menuntut ilmu di <em>The Australian National University</em> (ANU), Canberra, petualangan saya untuk tinggal sendiri di negeri orang dimulai. Sebenarnya  tinggal jauh dari rumah bukanlah hal yang baru untuk saya pribadi. Semenjak Sekolah Menengah Atas (SMA) saya sudah tinggal jauh dari orang tua, tetapi sebelumnya, selalu ada sanak saudara yang mendampingi saya.</p>
<p>Masa-masa <i>“honeymoon”</i> dan segala <i>excitement of being away from home</i> yang ada tidak bertahan begitu lama, terutama ketika tugas dan ujian mulai mendekat. Rasa senang karena bisa bersekolah di luar negeri dan kesempatan untuk belajar tentang budaya dari negara-negara lain pun tidak dapat menutupi kerinduan saya akan Tanah Air. Keluarga, makanan, lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari-hari di Indonesia selalu terbayang. Kegalauan itu akhirnya berakhir ketika saya bergabung dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia ranting ANU (PPIA ANU) sekitar satu tahun yang lalu. Di bawah pimpinan Muhammad Alif Habibie,PPIA ANU menjadi sarana bagi saya untuk mengenal teman-teman Indonesia lainnya, terutama bagi mereka yang sedang menuntut ilmu di ANU.</p>
<p>Lingkungan PPIA ANU yang begitu bernuansa Indonesia telah berhasil mengurangi rasa rindu yang ada. Keterlibatan saya di dalam kepengurusan PPIA ANU menghantarkan saya menjadi ketua PPIA ANU untuk periode 2012/2013. Kerinduan membantu teman-teman Indonesia yang sedang merantau &#8216;dikompori&#8217; dengan semangat untuk mengibarkan bendera merah putih di mancanegara mendorong saya untuk terus aktif dalam organisasi PPIA ANU.</p>
<div id="attachment_3615" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/dsc_65573.jpg"><img class="size-medium wp-image-3615 " title="Pengurus PPIA ANU periode 2011/2012" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/dsc_65573.jpg?w=300&#038;h=201" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Pengurus PPIA ANU 2011/2012 yang solid merupakan salah satu keberhasilan Alif, selaku ketua PPIA ANU periode 2011/2012. Tim inti yang luar biasa dan terus berjuang di periode 2012/2013.</p></div>
<p>Kesibukan dan tantangan yang dialami tidak membuat kami, sebagai duta bangsa di luar negeri lupa akan tanggung jawab untuk terus mengharumkan dan  mempromosikan Indonesia. Seperti halnya di kampus ANU, para pelajar Indonesia di universitas ternama tersebut terus berkarya melalui PPIA ANU.</p>
<p>Kegiatan demi kegiatan yang melibatkan para pelajar dan masyarakat di Canberra yang diselenggarakan secara bergantian sepanjang tahun menumbuhkan rasa kekeluargaan yang begitu kuat, menjadikan Canberra terasa seperti rumah kedua bagi saya pribadi dan saya yakin juga bagi teman-teman semuanya. Mulai dari piknik, nonton bareng, <em>garage sale, </em>sampai adu bakat semua ada di PPIA ANU.</p>
<p>Mimpi yang besar untuk terus mengibarkan bendera merah putih di kancah internasional memotivasi kami, para pelajar dan masyarakat Indonesia di luar negeri, untuk terus berjuang dalam mempromosikan Indonesia melalui kegiatan-kegiatan bernuansa Indonesia yang lebih besar dan terbuka bagi masyarakat <em>non-Indonesia. </em>Konsep awalnya adalah menyelenggarakan kegiatan<em> </em>yang menyuguhkan berbagai macam budaya di nusantara melalui penampilan khas Indonesia seperti tarian, lagu dan alat musik daerah dan makanan tradisional yang  juga melibatkan komunitas internasional lain di ANU baik sebagai pengisi acara maupun tamu undangan. Kegiatan-kegiatan dikemas secara unik dan istimewa untuk menarik perhatian masyarakat internasional. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan masyarakat luar negeri<em> </em>terhadap keindahan, keberagaman dan keistimewaan Indonesia serta mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lainnya, terutama melalui komunitas pelajar internasional di ANU.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-3691" title="PPIA ANU bersama penari tari Topeng Keras di acara PARSA Multicultural Festival" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/396224_10151214025867296_2033518441_n.jpeg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></p>
<p>Tidak hanya kami mengharapkan teman-teman dari organisasi lain untuk berpartisipasi di kegiatan kami, tetapi kami juga berharap untuk bisa terus terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh asosiasi lain. Salah satunya melalui acara Multicultural Festival yang diselenggarakan oleh ANU Postgraduate and Research Student Association (PARSA). Kami memperkenalkan Indonesia melalui makanan khas Indonesia seperti <em>sate</em> ayam dan es campur, serta penampilan busana daerah sembari diiringi dengan tarian daerah Bali, tari Topeng Keras.</p>
<p>Suatu kehormatan bagi saya pribadi untuk memiliki kesempatan melayani dan memfasilitasi masyarakat Indonesia di Canberra melalui PPIA ANU. Didukung oleh komite yang luar biasa, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), PPIA cabang Canberra, PPIA ranting University of Canberra, Forum Sinergi Indonesia, dan Komunitas Duta Budaya Indonesia, PPIA ANU akan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam mengharumkan nama bangsa.</p>
<p>Saya percaya, kontribusi para pemuda pemudi Indonesia melalui kegiatan-kegiatan di luar negeri adalah investasi yang sangat berharga untuk terus memajukan Indonesia.</p>
<p>Majulah terus Indonesiaku!</p>
<p>Tania Alvina Nathania</p>
<p><em>President of PPIA ANU 2012/2013</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/canberra/'>Canberra</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3611&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/11/02/ppia-anu-jauh-bukan-berarti-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/dsc_65573.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/dsc_65573.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus PPIA ANU periode 2011/2012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/f1e33892e191f079d9182a02785b91f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">taniaalvinanathania</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/254489_4712651376991_1213222255_n.jpeg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">254489_4712651376991_1213222255_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/dsc_65573.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pengurus PPIA ANU periode 2011/2012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/11/396224_10151214025867296_2033518441_n.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PPIA ANU bersama penari tari Topeng Keras di acara PARSA Multicultural Festival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Copet oh Copet</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/11/01/copet-oh-copet/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/11/01/copet-oh-copet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2012 02:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yacko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sydney]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[safety australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=3656</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah dan tinggal di Sydney adalah salah satu mimpi saya sejak lama yang akhirnya terwujud di tahun 2001-2005. Melihat nyamannya sarana transportasi publik dan indahnya taman-taman kota yang mungkin tidak dapat ditemukan di&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/11/01/copet-oh-copet/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3656&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="size-medium wp-image-3669" title="Corner of Hay Street &amp; Pitt Street">Kuliah dan tinggal di Sydney adalah salah satu mimpi saya sejak lama yang akhirnya terwujud di tahun 2001-2005. Melihat nyamannya sarana transportasi publik dan indahnya taman-taman kota yang mungkin tidak dapat ditemukan di Jakarta, membuat saya semakin jatuh cinta pada Sydney. Kegiatan menjajal rute bis baru, wisata kuliner atau sekedar menyusuri daerah baru yang belum pernah saya lewati sebelumnya, hampir setiap hari saya lakukan sebelum atau sepulang kuliah dan juga di kala <i>weekend</i>.Kalau tidak bersama teman, sendiri pun <em>ayo</em>.</p>
<p>Selama ini hidup di luar negeri saya kira seperti di film-film yang saya lihat. Mobil-mobil diparkir tapi tidak dikunci dan orang-orang yang selalu siap membantu. Namun, pengalaman saya berikut ini membuat saya jadi sedikit merubah persepsi tersebut dan lebih waspada saat melakukan hobi mengeksplor sudut-sudut kota. Ternyata tinggal di Sydney pun, tidak luput dari drama kecopetan. Saya kecopetan hampir dua kali!</p>
<p>Yang pertama, saya akui saya memang ceroboh. Saya sedang <i>window shopping</i> ke toko-toko yang ada di <em>Pitt Street Mall</em>. Kemudian saya masuk ke salah satu toko yang cukup besar. Saat berada di dalam toko tersebut, saya sempat menerima telepon. Setelah berbicara beberapa saat, saya meletakkan telepon genggam tersebut di saku depan tas saya dan menutup ritsletingnya. Waktu itu saya mengenakan tas yang jenisnya seperti <i>postman bag</i> berwarna merah.</p>
<p>5 menit kemudian, saya kembali meraih telepon genggam tersebut untuk mengirimkan sms. Astaga! Ritsleting tas terbuka, telepon genggam saya sudah raib. Saya langsung terduduk lemas. Kemudian saya melapor ke pegawai toko untuk bisa mencoba melihat rekaman cctv yang terpasang. Sayangnya, mereka tidak bisa membantu dengan alasan atasannya yang biasa mengatasi hal tersebut sedang tidak ada di tempat. Percuma kalau menunggu, malingnya mungkin sudah jauh. Sehingga saya harus merelakan telepon genggam itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang kedua kejadiaannya sangat dramatis, seperti di sinetron. Kali ini saya sedang berjalan-jalan sendiri di <em>Capitol Square</em> di area <em>George Street</em>. Iseng-iseng <em>bikin</em> foto stiker buat dikirim ke keluarga. Banyak anak-anak muda yang bergerombol di arena permainan yang ada di gedung itu.</p>
<div style="text-align:left;">
<div>
<dl id="attachment_3669">
<dt><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/slr2101-about-to-cross-pitt-st1.jpg"><img title="Corner of Hay Street &amp; Pitt Street" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/slr2101-about-to-cross-pitt-st1.jpg?w=300&#038;h=198" width="300" height="198" /></a></dt>
<dd>Lokasi saya kecopetan</dd>
</dl>
</div>
<p>Sekitar jam 5.30 sore, saya berjalan ke arah <i>Belmore Park</i> menuju ke <i>Central Station</i> lewat <em>Pitt Street</em>. Saya baru saja mengirimkan sms dan menggenggam telepon di tangan kanan. Tiba-tiba, ada yang menarik telepon saya dari belakang. Saya sempat mengira salah satu teman saya yang bercanda menarik telepon itu. Begitu saya menoleh, <i>lho kok</i> saya tidak kenal. Seorang anak muda, sekitar 14-15 tahun, berusaha untuk mencopet telepon saya. Saya langsung berteriak, “<i>Help!!!!!!! He’s trying to steal my phone!</i>” Langit belum terlalu gelap dan ada beberapa orang yang berdiri tak jauh dari tempat saya. Namun, tidak ada satupun yang berusaha membantu.</p>
</div>
<p>Tarik-tarikan <em>HP</em> itu terus berlangsung, saya berusaha mempertahankan <em>HP</em> saya, copet itu juga berusaha menarik lebih kuat. Sampai akhirnya tenaga saya habis. Si copet berhasil mendapatkan telepon dan lari ke arah <i>Central Station. </i>Saya mencoba mengejar dan sempat minta tolong petugas sekuriti sebuah gedung. Tapi dia hanya berkata “<i>You should say Thank God. It’s only your phone, it’s not your life</i>”.</p>
<p>Tiba-tiba, ada seorang lelaki berusia sekitar 25 tahunan muncul di samping saya dan bertanya <i>“What happened?”</i></p>
<p>Sambil menunjuk copet itu di kejauhan saya bilang, <i>“That boy stole my mobile”.</i> Dia berkata, “<i>let’s catch him</i>”, dengan bingung saya jawab <i>“How? He’s too far”</i>. Jawaban dia bikin saya makin bengong, <i>“Don’t worry, I’m a marathon runner. I can catch him. Follow me”.</i> Lalu dia lari secepat kilat.</p>
<p>Saya ketinggalan jauh. <em>Pas</em> <em>celingak-celinguk</em> di <i>Central Station</i>, tiba-tiba <em>marathon runner</em> itu muncul dan berkata <i>“I caught the thief, he’s in the police station. Now go get your phone”.</i> Antara tidak percaya dan bersyukur saya mengucapkan terimakasih.</p>
<p>Saat membuat berita acara dan menceritakan kronologi kejadian tadi pada polisi, si polisi bercerita cara si <i>marathon runner</i> menangkap copet. <i>“Freeze! Put your hands where I can see them!”</i> sambil pura-pura menodongkan senjata saat melihat copet itu. Si copet langsung melemparkan <em>HP</em> dan mengangkat tangan. Mau tidak mau cerita itu bikin saya dan polisi <em>ketawa ngakak</em>.</p>
<p>Akhir cerita <em>HP</em> saya kembali, tapi saya sedikit menyesal tidak sempat minta nomor telepon atau alamat <i>marathon runner </i>itu untuk sekedar mengirimkan tanda terimakasih. Sejak itu, saya lebih berhati-hati saat meletakkan barang berharga di saku dalam tas, tidak melewati daerah sepi atau taman saat akan gelap atau malam tiba, dan cari daerah ramai apabila berjalan sendiri.  Kalau kata bang Napi<em>,</em> waspadalah! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/hobi/'>Hobi</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kesehatan/'>Kesehatan</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/sydney/'>Sydney</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/travel/'>Travel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/3656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/3656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=3656&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/11/01/copet-oh-copet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/slr2101-about-to-cross-pitt-st1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/slr2101-about-to-cross-pitt-st1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Corner of Hay Street &#38; Pitt Street</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b037d7c38b48dca05a92f61e24c2449?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">itsyacko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/slr2101-about-to-cross-pitt-st1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Corner of Hay Street &#38; Pitt Street</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Can women have it all? Belajar dari perempuan di sekitar kita (bagian 2: Kisah Titik)</title>
		<link>http://nengkoala.com/2012/10/31/can-women-have-it-all-belajar-dari-perempuan-di-sekitar-kita-bagian-2-kisah-titik/</link>
		<comments>http://nengkoala.com/2012/10/31/can-women-have-it-all-belajar-dari-perempuan-di-sekitar-kita-bagian-2-kisah-titik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 11:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DIah Naluri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga dan hubungan interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga dan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur waktu]]></category>
		<category><![CDATA[PhD australia]]></category>
		<category><![CDATA[Time management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nengkoala.com/?p=2836</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali perempuan di luar sana yang ber-jibaku dengan berbagai peran dan mereka menginspirasi saya untuk tetap berjalan tegak menjemput mimpi merampungkan sekolah. Berikut adalah kisah seorang perempuan Indonesia, ibu tiga anak merampungkan&#8230; <a class="read-more" href="http://nengkoala.com/2012/10/31/can-women-have-it-all-belajar-dari-perempuan-di-sekitar-kita-bagian-2-kisah-titik/">Read More <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=2836&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali perempuan di luar sana yang ber-jibaku dengan berbagai peran dan mereka menginspirasi saya untuk tetap berjalan tegak menjemput mimpi merampungkan sekolah. Berikut adalah kisah seorang perempuan Indonesia, ibu tiga anak merampungkan studi S3 di Australia.</p>
<p><strong><em>Kisah Titik</em></strong></p>
<p>Titik adalah perempuan Indonesia yang baru saja selesai menempuh studi S3 di bidang ekonomi di ANU. Titik adalah dosen saya ketika masih S1 di UI. Kami menjadi kawan baik ketika bertemu lagi di Canberra. Titik juga seorang ibu tiga anak yang berusia 9, 7, dan 4 tahun ketika mereka tiba di Canberra. Awalnya sang suami ikut serta, namun karena mendapat tawaran karir di Indonesia, akhirnya Titik harus sendirian mengurus ketiga buah hatinya di Canberra sambil menulis tesis.</p>
<p>Saya juga tak bisa membayangkan bagaimana Titik mengatur waktu. Pagi hari ia mengantar anak-anaknya ke sekolah sebelum ia ke kantor untuk menulis tesis. Ketika jarum jam menunjuk pukul tiga sore, ia harus menjemput mereka dan pulang untuk memasak makan malam, menemani anak-anaknya belajar, dan masih banyak lagi tugas domestik lainnya. Ia akan membuka laptop dan meneruskan mengerjakan analisis data ketika malam hari dan pastinya ia sudah lelah.</p>
<p>Meski sibuk mengurus tiga anak, Titik adalah mahasiswa PhD yang ideal dalam pandangan saya. Ia hadir di berbagai konferensi dan seminar untuk presentasi hasil studinya. Ia menjadi pembahas di sebuah seminar bergengsi ‘<em>Indonesia Update’</em> di ANU tahun 2011 untuk membawakan pemikirannya yang kritis. Titik juga menyelesaikan tesis sebelum masa beasiswanya berakhir. Sebuah kondisi ideal yang menjadi impian semua <em>PhD candidate</em>.</p>
<p>Di luar urusan tesis dan anak, Titik adalah kawan yang ideal. Ia tipe pendengar yang baik. Semua orang bisa curhat dengannya tanpa ragu. Ia juga sangat <em>easy going</em>. Hal tersebut terlihat dari caranya menyikapi kesibukan menulis tesis sambil mengurus anak dengan tenang. Saya hampir tak pernah mendengar ia mengeluh repot atau sulit. Biasanya ia tertawa saja ketika menceritakan bagaimana hebohnya ia mengatur waktu.</p>
<p>Tiga bulan sebelum masa studinya berakhir, Titik harus berpisah dengan ketiga buah hatinya. Anak-anaknya harus pulang agar bisa masuk sekolah di Indonesia sebelum tahun ajaran baru dimulai. Ia pun bekerja keras dengan konsentrasi penuh untuk menyelesaikan tesisnya tepat sebelum beasiswanya berakhir. Titik pun masih menjalankan perannya sebagai ibu walaupun jarak jauh. Lewat <em>skype</em>, ia masih membantu anak-anaknya mengerjakan PR dan menyiapkan ujian. Meski banyak rintangan, antara lain masalah dengan <em>document formatting</em> yang <em>njelimet</em>, akhirnya ia berhasil menyerahkan tesisnya tepat waktu. Hal tersebut membuat saya berkesimpulan bahwa Titik adalah perempuan super. Ia berhasil meraih mimpinya menyelesaikan PhD tanpa mengurangi kasih sayang kepada ketiga anaknya.</p>
<p>Ketika saya memberi tahu Titik bahwa saya menulis tentang dirinya, dengan rendah hati ia berkata, &#8220; <em>My sucess was because of the combination of three factors: my determination, the support of my family (my hubby and my kids) and the support of my friends in Canberra</em>. Kalau gak ada teman2 yang super di Canberra belum tentu aku selesai pada waktunya.&#8221;</p>
<p><a href="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/foto-keluarga.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3680" title="Foto Keluarga" alt="" src="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/foto-keluarga.jpg?w=620"   /></a></p>
<p><strong><em>Bercermin dari kisah Liz, Titik dan ribuan perempuan lainnya</em></strong></p>
<p>Liz dan Titik adalah 2 contoh dari fenomena perempuan menyeimbangkan karir dan keluarga. Banyak sekali hal yang mereka korbankan, terutama waktu dan tenaga. Prioritas utama mereka adalah keluarga, namun mereka tetap konsisten dan persisten untuk menyelesaikan sekolah. Mereka adalah perempuan yang berani mengambil risiko untuk sekolah lagi namun tetap konsisten melakukan tanggung jawabnya sebagai ibu.</p>
<p>Sehingga, ketika saya melihat Liz dan Titik, saya selalu berpikir: Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?</p>
<br />Filed under: <a href='http://nengkoala.com/category/bebas/'>Bebas</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/kehidupan-sosial/'>Kehidupan sosial</a>, <a href='http://nengkoala.com/category/keluarga-dan-hubungan-interpersonal/'>Keluarga dan hubungan interpersonal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nengkoala.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nengkoala.wordpress.com/2836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nengkoala.com&#038;blog=34136806&#038;post=2836&#038;subd=nengkoala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nengkoala.com/2012/10/31/can-women-have-it-all-belajar-dari-perempuan-di-sekitar-kita-bagian-2-kisah-titik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/220fa06f71e26ab1373758b74e8bcd23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">diahnaluri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nengkoala.files.wordpress.com/2012/10/foto-keluarga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Keluarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
