Ketika semua usai sudah….
Ketika masa studi kita telah habis, ada banyak hal yang harus kita ‘beres’kan sebelum kita pulang kembali ke tanah air. Berikut saya rangkum beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Mengakhiri kontrak sewa tempat tinggal. Jika kita tinggal di asrama di dalam kampus, prosedurnya cukup sederhana dan pasti sudah ada di panduan di masing-masing asrama. Tidak beda jauh juga jika kita hanya menyewa kamar di luar kampus. Kita perlu memberi tahu pemilik/ penanggungjawab properti paling tidak 2 minggu sebelum kepulangan kita atau tergantung pada kesepakatan di dalam kontrak sewa kamar.
Agak sedikit rumit ketika kita tinggal di luar kampus dan menyewa rumah dari agen atau landlord. Jika kita akan menyudahi kontrak sebelum tanggal masa berlaku kontrak habis, paling tidak kita harus memberi tahu agen/ landlord 8 minggu sebelum kepulangan kita atau sesuai klausul kontrak. Dengan berakhirnya masa sewa ini kita juga mempunyai kewajiban mengosongkan dan membersihkan properti ke dalam kondisi sama ketika kita masuk di awal kontrak dulu. Biasanya yang wajib dilakukan adalah mencuci karpet dengan jasa pencuci karpet profesional. Kita harus menunjukkan receipt yang kita terima dari pencuci karpet ke agen/ landlord. Jika ada teman lain yang berniat untuk take over penyewaan properti, perlu juga ini disampaikan ke agen/ landlord. Biasanya mereka lebih suka jika tidak harus menawarkan kembali propertinya ketika suatu kontrak berakhir. Namun, belum tentu situasinya seperti itu, Bisa jadi setelah kontrak kita selesai, properti itu memang tidak akan disewakan lagi karena akan diperbaiki, dijual, atau hal lain.
2. Mengosongkan kamar/ properti. Ada banyak cara yang bisa ditempuh, jika agen/ landlord menyetujui ada teman yang akan takeover, urusannya menjadi sederhana. Kita bisa take over seluruh isinya sekalian dengan harga yang disepakati dengan teman, atau kita akan menghibahkan seluruhnya. Jika tidak diijinkan take over, kita bisa menjual isi rumah ke teman yang membutuhkan atau menyumbangkannya baik ke teman atau ke lembaga yang biasa menerima. Jika kondisinya tidak cukup layak untuk dihibahkan/ dijual kita harus membuangnya ke pembuangan akhir. Jika barang yang akan dibuang cukup banyak dan ukurannya besar, kita perlu menyewa ute atau trailer untuk mengangkutnya. Ute atau biasa dikenal di Indonesia sebagai mobil pick up bisa disewa di tempat penyewaan mobil, datang langsung atau via online, misalnya di Thriffty, Budget, atau Avis. Ute biasanya disewa dengan satuan hari. Trailer bisa disewa di beberapa pompa bensin dengan satuan sewa per jam. Yang perlu diingat mobil yang akan digunakan untuk menarik trailer harus ada towbar-nya. Siapkan juga biaya pembuangan yang harus kita bayarkan di tempat pembungan akhir. Biaya pembuangan barang cukup bervariasi, tergantung pada jenis barang dan jumlahnya. Untuk Canberra bsia dicek di sini.
3. Mengakhiri sambungan listrik, telepon, plan handphone. Ini cukup sederhana, tinggal menelepon ke pemberi jasa dan memberitahukan tanggal berapa kita perlu memutuskan jasa tersebut. Khusus untuk plan handphone, sejak awal usahakan hanya mengambil kontrak yang lebih pendek dari masa tinggal kita untuk mengurangi keribetan di masa akhir menjelang kepulangan kita. Jika memang tidak ada plan yang cocok dengan masa tinggal kita, saya sarankan untuk menggunakan pre paid.
4. Menutup rekening bank. Bisa jadi ada beberapa hal yang masih kita perlukan yang berkaitan dengan rekening kita di bank yang membuat kita tidak bisa menutup rekening sebelum kita pulang ke tanah air. Kontak bank dan tanyakan pengaturan yang terbaik pada situasi yang kita hadapi. Pada beberapa kasus, bank membolehkan third party arrangement, kita bisa mewakilkan ke orang lain untuk menutup rekening kita ketika kita sudah pulang.
5. Mengirimkan barang. Biasanya buku-buku, tetapi banyak juga teman yang membawa barang lain mulai dari sepeda, peralatan/ mainan anak, peralatan rumah tangga, pakaian, sepatu, dll. Yang perlu diingat adalah apakah bisa digunakan ketika sampai di Indonesia? Karena jika tidak, selain kita harus membayar untuk biaya pengiriman kita juga hanya mengirimkan ‘sampah’ karena kita tidak bisa menggunakannya. Dari pengalaman pribadi dan teman, pakaian yang dikirim pulang biasanya tidak dipakai lagi karena pakaian baru di Indonesia lebih ‘gaya’ dan harganya pun lebih terjangkau. Daripada dikirim mungkin lebih baik di’waris’kan ke teman yang masih memerlukan di sini, terutama pakaian anak-anak. Jika memang banyak barang yang akan kita bawa pulang, saya menyarankan untuk mengirimkannya lebih dulu, paling lambat 1 minggu sebelum kepulangan kita. Usahakan kita hanya akan membawa koper kecil saja ketika kita pulang. Situasi yang sering terjadi adalah pada last minutes kita akan pulang, kita banyak belanja dan bawaan kita yang tadinya kita kira sudah tinggal sedikit menjadi banyak lagi dan bisa jadi akhirnya kelebihan jatah bagasi/ excess bagage! Meski ada pengalaman dari Perth, dengan student visa/keluarganya bisa mendapatkan bagasi total masing-masing 40 kg dan prakteknya sampai 45 kg bisa lolos
, kita masih perlu hati-hati!!.. (PS: untuk mendapatkan extra bagasi silakan mengajukan permohonan tertulis ke maskapai, yang terbukti memberikan tambahan adalah maskapai nasional kita
).
Untuk mengirimkan barang tentukan akan menggunakan jasa ekspedisi apa. Ada banyak pilihan. Kita bisa bertanya kepada teman yang lebih dulu pulang untuk mendapatkan pertimbangan yang baik, termasuk biaya pengiriman. Biasanya biaya akan semakin murah per kg-nya jika barang yang akan dikirim semakin banyak (ini yang kadang ‘menjebak’ kita untuk mengirim semua barang
). Hubungi ekspedisi jauh-jauh hari untuk menanyakan biaya dan persyaratan apa saja yang harus kita siapkan. Jika memang perlu bandingkan untuk memilih pelayanan terbaik dengan harga yang paling terjangkau. Mereka akan dengan senang hati membantu kita dengan memberikan kisaran hara pengiriman dan biaya itu termasuk biaya apa saja. Jika tidak terlalu banyak barang yang dikrim bisa menggunakan jasa pos atau kurir.
Biasanya untuk dapat menembus bea cukai di negara kita, kita perlu melampirkan surat-surat keterangan/ pernyataan bahwa kita telah selesai studi dan barang yang kita bawa adalah barang yang sudah digunakan dan tidak untuk/ akan diperjualbelikan. Surat keterangan selesai studi dari uni/ school dan atau dari KBRI/ KJRI.
Untuk menghemat biaya, kita bisa mengirimkan bersama dengan beberapa teman. Jangan terlalu berpikir hemat, sehingga gabungan terlalu banyak teman, sehingga kita tidak bisa kontrol jumlah box yang kita kirimkan. Mungkin total 50-60 box bisa dijadikan patokan.
Pengepakan barang juga harus diperhatikan. Pilih box yang berkualitas. Usahakan isi box cukup penuh, tidak longgar/ kosong atau terlalu penuh hingga box tidak bisa lurus kembali ketika di-seal. Jika memang berisi barang yang berat, gunakan box yang lebih kecil, sehingga satu box tidak terlalu berat.
6. Memesan tiket pulang. Lakukan jauh-jauh hari, terutama jika kita membawa keluarga. Usahakan masih dalam masa ‘aman’ visa ijin tinggal kita, tidak terlalu mepet untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan.
Sementara itu yang bisa saya tuliskan. Jika ada komentar yang bisa menambahkan lain waktu akan saya edit lagi. Semoga bermanfaat.

