Ingin Dapat Beasiswa ADS?


Para pembaca Neng Koala mungkin sebagian besar sudah mengenal Australian Development Scholarship (ADS), salah satu beasiswa dari pemerintah Australia melalui AusAID dengan sasaran utama pengembangan dan kerja sama antara dua negara (dalam kasus saya adalah Indonesia dan Australia). Sedikit saya berbagi tentang poin-poin penting untuk mendapatkan beasiswa ADS menurut pengalaman pribadi saya :)

1. Kenali Beasiswanya. Untuk ADS, pastikan kalau kamu melamar untuk jurusan yang memang berkenaan dengan sasaran yang diinginkan. Contohnya: kamu bisa mengambil jurusan yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan atau manajemen ekonomi Indonesia karena itu yang diinginkan para panitia penyeleksi. Atau jika kamu berasal dari Aceh dan daerah Timur Indonesia, kamu harus sadar bahwa ‘kamu’ adalah sasaran mereka. Atau… jika kamu PNS (yang kansnya lebih besar: 2/3) atau bekerja untuk salah satu lembaga negara yang masuk kategori target, ‘kamu’ juga punya peluang sangat besar. Please, jangan sia-siakan kesempatan ini dengan mengeluh bahwa kamu tidak punya skor IELTS/ TOEFL yang tinggi. Kursuslah dari sekarang! :) Bagi yang merasa kurang dibidik oleh ADS, jangan takut, yang penting persiapan kamu juga sama matangnya, dan pastikan prestasi-prestasi kamu tercatat dalam CV dan motivasi kamu benar-benar kuat untuk menggugah para pemberi beasiswa itu :) (Catatan: bagi kamu yang menjadi sasaran beasiswa, seringkali ada toleransi dalam kemampuan bahasa Inggris karena kelak akan ada kesempatan untuk kursus bahasa lanjutan bagi para awardee sebelum akhirnya diberangkatkan ke Australia, jadi, tetap optimis)

2. Keberuntungan. Saya sendiri percaya bahwa ada faktor keberuntungan pada setiap orang yang mendapatkan beasiswa. Yup! Tapi, kata orang jaman dulu, keberuntungan itu ada rumusnya: persiapan yang matang + kesempatan. Jadi, kalau kamu bisa mengolah keberuntungan kamu sendiri, suatu saat nanti pasti kamu juga bisa ada di sini, menulis satu tulisan di blog Neng Koala :)

3. Latar Belakang Tidak Berhubungan dengan Pekerjaan atau Jurusan Pilihan. Oh ya, saya mendapatkan beasiswa ADS dengan latar belakang teknik arsitektur namun bekerja untuk lembaga negara yang menangani gempa dan cuaca. Jadi, kalau kamu mulai berpikir bahwa jurusan kamu dan pekerjaan kamu dan kuliah yang kamu ambil mungkin sesuatu yang kurang berkaitan, jangan takut, pasti tetap bisa melamar beasiswa asalkan bisa menarik benang merah antara ketiganya atau minimal antara jurusan yang akan kamu ambil dengan pekerjaan kamu sekarang.

4. Bahasa Inggris. Saya sering mendengar teman yang bercita-cita ingin kuliah di luar negeri tapi belum mau mengambil kursus bahasa Inggris. Ayo dong, kalau memang bahasa Inggrisnya kurang, tidak akan pernah salah untuk belajar dari sekarang. Satu: karena belajar bahasa tidak sebentar, dan begitu kamu selesai belajar bahasa mungkin umur kamu sudah tidak sesuai lagi untuk melamar beasiswa. Jadi, lebih cepat belajar lebih baik. Dua: meskipun kamu akhirnya memang mendapat beasiswa dengan bahasa Inggris seadanya, kamu akan sedikit/ sangat terhambat dalam menerima perkuliahan. Contoh ekstrimnya saja: teman satu unit saya sekarang, mendapat nilai sangat rendah dengan komentar dosen kami yang bertuliskan: I can’t understand your English. Pastikan kamu tidak menjadi contoh ekstrim yang kedua :)

5. Persiapan Matang. Kamu mau mendapatkan beasiswa bernilai ratusan ribu dolar tapi kamu mempersiapkan dokumennya dalam 2 malam. Hei, kamu bercanda kan? Persiapkan matang-matang semuanya: bahasa Inggris kamu, formulir isian kamu (pastikan tidak ada yang kosong atau salah isi), dokumen penting yang perlu diterjemahkan, dokumen pendukung dan surat rekomendasi, jurusan dan kampus yang akan kamu pilih, kisi-kisi wawancara, pengetahuan umum tentang Australia dan topik terkait bidang yang kamu pilih. Pastikan kamu bisa mempresentasikan semuanya dengan mantap dan tenang pada saat wawancara. Catatan: kebanyakan pewawancara akan mempertanyakan ‘apa yang kamu tulis’, jadi pastikan bahwa kamu ‘menjual’ apa yang kamu tawarkan di proposal sebaik-baiknya pada tim penyeleksi dan meyakinkan mereka bahwa kamu memang orang yang tepat ;)

6. Jangan Menyerah. Sedih sekali dengan pernyataan seorang teman yang menjelek-jelekkan beasiswa satu karena dia gagal untuk percobaan pertama. Maksud saya, apa dengan menjelek-jelekkan lalu kamu akan diterima di beasiswa yang lain? Saya punya contoh seorang teman yang akhirnya mendapatkan ADS di percobaan ketiga. Jadi, teruslah berusaha. Jika gagal, belajarlah dari kegagalan itu dan perbaiki apa yang kurang. Jika kamu terus mencoba, suatu saat rumus keberuntungannya pasti akan berlaku untuk kamu juga kok. Dewi Fortuna juga bosan kali kalau setiap hari lihat muka kita terus :)
Setidaknya itu yang saya juga rasakan :)

Well, mungkin itu sedikit yang bisa saya bagi untuk para pemburu beasiswa ke Australia. Yang penting terus semangat. Kalau para Neng-neng Koala bisa, pasti kamu juga bisa! Dan sekilas info, tahun depan ada 450 peluang untuk beasiswa ADS loh! Go, get them!

Baca juga Link Beasiswa Australia dan blog pribadi saya

Info pribadi: Clara, bekerja untuk Biro Umum BMKG. Percobaan pertama: beasiswa salah satu institut terkenal di Bandung, ditolak mentah-mentah karena belum 2 tahun bekerja, akhirnya mencoba peruntungan di ADS dan lulus untuk program studi Master of Infrastructure Management, QUT, Brisbane