The Great Australian Outdoor: pengalaman camping (1)


Pertama kali saya diajak camping di Australia, saya sempat tidak yakin harus menjawab apa kepada teman serumah saya kala itu. Saya suka sekali kegiatan luar ruangan, tapi pengalaman camping saya sangat terbatas: 3 kali dalam rangka kegiatan baksos di SMP-SMA-kuliah S1, dan sesekali camping di halaman rumah sendiri (pindah makan dan tidur siang). Masalah saya dengan camping hanyalah kurang memadainya kondisi toilet dan kamar mandi di tempat camping tersebut. Lagipula Canberra sedang dingin-dinginnya saat itu, pertengahan Agustus di semester pertama saya. Tidak terbayang harus tidur di luar ruangan, hanya terlindungi tenda.

Teman saya kemudian menjelaskan rincian rencana camping kami. Kami akan pergi ke Ku-ring-gai Chase National Park, New South Wales bersama beberapa teman yang maniak camping. Karena saya dan teman serumah tidak punya peralatan camping, sudah disiapkan tenda dan sleeping bag pinjaman. Yang perlu kami siapkan hanyalah perlengkapan pribadi dan makanan secukupnya, sementara peralatan lain akan dibawa teman-teman lain. Rupanya camping ini sudah diatur dengan sangat apik. Kami akan pergi di akhir minggu, dan saat itu kegiatan perkuliahan belum terlalu sibuk. Suhu di Sydney sendiri akan berkisar antara 12 derajat celcius di waktu malam hingga 19 derajat celcius di siang hari. Jadilah saya mengiyakan ajakan kemping itu.

Sebelum pergi, saya mencari informasi mengenai tempat tujuan kami nanti, dan situs Ku-ring-gai Chase National Park sangat membantu mengurangi kekhawatiran saya. Campground di situ disebut The Basin karena punya inland lagoon alami. Yang paling penting, ada fasilitas flush toilet (di beberapa taman nasional lain, untuk menghemat air hanya tersedia toilet tak berdasar :)), cold shower (berarti di campground lain ada yang menyediakan hot shower!), electric/gas barbeque, serta drinkable water. Aman!

Saat camping tiba, dan kami berangkat dari Canberra selepas subuh. Canberra-Sydney bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 3 jam dengan mobil, dan begitu memasuki Sydney dengan lega kami melepas baju-baju hangat. Ku-ring-gai sendiri  bisa dicapai dengan naik feri kecil dari Palm Beach, sekitar 45km arah utara Sydney atau sekitar sejam perjalanan. Mobil bisa ditinggal di tempat parkir di Palm Beach wharf. Sambil menunggu feri (yang sudah dipesan jauh-jauh hari bersama ijin masuk dan camping di Ku-ring-gai), saya perhatikan orang-orang lain yang akan camping juga. Menurut saya, gaya mereka lebih mirip dengan gaya orang yang akan pergi dengan kapal pesiar, dengan baju cantik (summer dress dan wedges bergaya), koper (bukan ransel),  tas tempat topi lebar, dan kacamuka. Dan bawaannya… satu keluarga (4 orang) membawa sekitar 20 item berupa tenda, meja lipat, serta beragam kotak besar. Dan rupanya teman-teman saya (sebut saja geng camping) juga tidak kurang banyak bawaannya. Cuma saya dan teman serumah yang travelled light, dengan tas ransel dan tas makanan, plus dandanan seadanya.

Penanda campground The Basin, Ku-ring-gai Chase National Park

Penghuni lain campground

Penyeberangan cuma makan waktu 20 menit. Begitu turun dari feri, antusiasme saya membuncah melihat pasir putih, hamparan rumput hijau di campground yang rata, dan laguna dengan warna hijau kebiruan. Kami buru-buru memasang tenda karena gerimis turun. Setelah selesai, barulah saya paham kenapa bawaan teman-teman begitu banyak. Masing-masing keluarga membawa 2 tenda, satu untuk tidur dan satu khusus untuk menyimpan tas-tas. Ada yang membawa tenda yang tinggi untuk ruang makan, lengkap dengan meja lipat dan kursi-kursi lipat. Pimpinan camping kami melengkapi tendanya dengan air bed, night lamp, dan portable gas heater. Tendanya sendiri terdiri dari 2 ruangan yang muat 8 orang (belakangan saya baru tahu ada juga tenda yang muat 18 orang!). Ketika mulai gelap, keluarlah 2 lampu bertiang yang dinyalakan menggunakan gas. Mirip lampu petromaks, terang dan cahayanya steady, sehingga kami masak dan makan dengan nyaman.

Makanan yang saya bawa – roti dan makanan kalengan – tidak disentuh karena geng camping masak serius menggunakan 3 portable gas stove. Cool box penuh bahan-bahan makanan. Mereka menanak nasi, menggoreng telur, memanggang steak dan saya lupa apa lagi, semua ludes dalam waktu singkat. Setelah makan kami ngobrol sambil ngopi, topik utamanya adalah tempat-tempat kemping yang pernah didatangi oleh geng camping, salah satunya yang menarik adalah Cockatoo Island yang bisa dicapai dalam beberapa menit dari Circular Quay, Sydney. Tidak jauh dari lokasi kami, sepasang kakek nenek juga ngobrol sambil nonton portable TV. Saya lihat mereka bahkan membawa portable barbeque. Asyik juga kalo camping-nya begini :).

Campground itu cukup ramai, walaupun tidak sampai berdesakan. Pengelola tempat membatasi jumlah campers sesuai dengan kecukupan fasilitas yang ada, sehingga kenyamanan campers terjamin. Campers juga diminta menjaga kebersihan dan menjaga ketenangan selepas jam 10 malam. Menjelang tidur, kami ngantri untuk sikat gigi dan bebersih diri. Ada 4 bilik shower disitu, beberapa washtafel dan toilet. Kondisinya bersih, meskipun airnya dingiiiiin sekali. Untungnya sleeping bag yang kami gunakan super hangat.

Perairan diantara Palm Beach dan The Basin

Kami menginap selama 2 hari di situ. Di malam hari tenda saya dan teman serumah menjadi tempat berkumpul anak-anak kecil. Kami bergantian bercerita, mulai dari pengalaman lucu sampai cerita-cerita hantu. Di siang hari kami berenang di laguna, bushwalk menelusuri situs Aborigin yang ada di taman nasional, dan menjelajahi pantai. Menyenangkan sekali kabur sejenak dari Canberra yang dingin. Bisa ditebak betapa beratnya meninggalkan kehangatan Sydney walaupun bayangan kasur yang nyaman di Canberra sangat menggoda.

Pengalaman camping pertama saya terbilang sukses, dan saya jadi semangat untuk mengeksplorasi tempat-tempat lain. Di Australia terdapat ribuan taman nasional dan area konservasi yang didirikan untuk melindungi kekayaan alam mereka. Dalam radius 300 km dari Canberra saja, sudah ada puluhan taman nasional dan area konservasi alam berupa rainforest, coral reefs dan eucalypt woodlands. Semua keterangan mengenai fasilitas, kondisi dan peringatan terkait bahaya bencana (umumnya kebakaran) tersedia di situs National Parks. Banyak juga National Parks yang menyediakan kabin untuk ditinggali dengan lebih nyaman, kalau itu preferensinya.

Setelah pengalaman camping ini, saya tidak berpikir panjang lagi kalau diajak camping.

Camping? Yuk!