Walk the walk


Satu hal yang paling saya sukai begitu saya menginjakkan kaki ke Canberra adalah trotoar yang lebar. Walalupun sering kali harus berbagi tempat dengan para pesepeda, tapi trotoar yang lebar tersebut memungkinkan saya untuk berjalan kaki kemana-mana. Tentunya didukung dengan udara yang bersih karena tingkat polusi yang rendah.

Perlu saya ceritakan sebelumnya bahwa, di Canberra, moda transportasi yang umum digunakan adalah menyetir mobil sendiri dan mengendarai sepeda. Layanan transportasi umum yang tersedia hanyalah bis yang tersedia setengah jam sekali saat hari kerja dan sejam sekali saat hari weekend/libur. Dan ternyata walaupun hanya punya kurang lebih 400.000 penduduk, luas wilayah Canberra, 814 km persegi, lebih besar dari Kota Jakarta yang luasnya 740 km persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa, belum termasuk Bekasi, Tangerang, Depok dan sekitarnya.

Bagi mahasiswi yang tidak bisa menyetir seperti saya, mengendarai sepeda adalah pilihan paling rasional. Namun karena saya tinggal on-campus accommodation dan kehidupan saya berpusat di kampus, saya tidak merasa perlu membeli sepeda (bukan karena saya tidak bisa mengendarai sepeda lho). Lagipula saya memang suka sekali berjalan kaki (bukan untuk olahraga, hanya berjalan kaki saja). Buat saya jalan kaki adalah salah satu me time, waktu dimana saya bisa berpikir dengan lumayan jernih dan sedikit menghilangkan beban tugas kuliah, ujian atau kangen rumah.

Jadilah saya berjalan kaki kemana-mana, kecuali saat perlu pergi ke suburb yang agak jauh atau sehabis berbelanja (groceries shopping) dengan bawaan bahan makanan untuk satu atau dua minggu maka saya naik bis. Sering saya mendapat pertanyaan, kenapa tidak membeli sepeda? jawaban saya simpel, karena saya suka berjalan (dan sebenarnya juga karena saya tidak suka memakai helm sebagai aksesoris wajib bersepeda di sini).

Untungnya, kampus saya (The Australian National University) adalah kampus yang luas (358 acres atau setara dengan 1,45 km persegi) dan asri. Ada lebih dari 10.000 pohon tersebar di taman/lapangan di antara gedung-gedung perkuliahan dan perpustakaan. Kampus saya juga dilewati Sullivan Creek dan berbatasan langsung dengan Black Mountain, gunung tempat salah satu landmark Canberra -Telstra Tower, Lake Burley-Griffin, serta city centre. Salah satu teman yang datang berkunjung dari luar kota, sempat mengutarakan komentar “Kampusnya indah sekali, berbeda dengan kampus tempat saya kuliah yang sempit dan padat”.

Untuk urusan jalan kaki di malam hari, jujur saja, sampai sekarang saya masih agak deg-degan kalau harus jalan kaki sendirian di atas jam 9 malam. Bukan karena tidak aman, tapi lebih karena saya yang memang penakut. Padahal kampus sudah menyediakan penerangan jalan yang menurut saya sudah cukup, walaupun memang masih belum mencakup seluruh jalur pejalan kaki di kampus. Selain itu, pihak security di kampus bekerja 24 jam sehari. Jika melihat atau merasa ada hal yang mencurigakan, tinggal lari ke gedung terdekat dan meminta security untuk datang. Selama ini saya belum pernah mengalami kejadian buruk saat berjalan di malam hari, mudah-mudahan tidak akan pernah kejadian.

Kampus juga menyediakan security bus untuk mahasiswa/i yang pulang kemalaman. Bisnya lebih dikenal dengan nama Brian’s bus karena supirnya bernama Brian. Sampai dengan hari ini, saya belum pernah memanfaatkan jasa Brian yang kabarnya sangat baik hati dan senang jika penumpangnya mengajak mengobrol. Bukan karena saya tidak mau, tapi sering jadwalnya tidak pas dan kalah menunggu oleh cuaca dingin.

Sebagai hasil dari berjalan kemana-mana tersebut, baru-baru ini beberapa teman saya memaksa berpendapat bahwa saya pasti melakukan olahraga rutin karena menurut mereka badan saya terlihat lebih kekar sekarang. Padahal satu-satunya olahraga yang saya lakukan hanyalah berjalan kaki bolak-balik kesana kemari. :)