dari Papua ke Australia
Mungkin menurut kebanyakan orang cara saya untuk mendapatkan beasiswa ke ausie lumayan ekstrim… Melanjutkan sekolah di luar negeri sudah menjadi impian saya sejak kuliah dan akhirnya jalan itu terbuka ketika saya ditempatkan sebagai PNS di Papua.
Karena saya berpikir kesempatan saya untuk mendapatkan beasiswa jauh lebih besar kalau saya PNS jadilah saya mendaftar ke BPK-RI di tahun 2005. Pada saat masih diklat prajab kami para CPNS yang masih imut-imut ini ditanyai soal penempatan.. Karena saya berpikir kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ADS (Australia Development Scholarship) lebih besar jika saya ditempatkan di Papua, karena ADS mengutamakan daerah timur, dan kebetulan cocok dengan jiwa saya yang suka bertualang naik gunung turun laut, maka saya jawab dengan tegas ke pihak SDM.. saya mau ditempatkan di Papua! Pegawai SDM (Sumber Daya Manusia) itu langsung tersenyum cerah dan sangat lebar bagaikan gayung bersambut mendengar keputusan saya, beliau langsung bilang.. “dengan senang hati mbak.. saya daftarin yaaa…” Si Ibu itu tidak tahu kalau saya memang ingin ke Papua untuk mendapatkan beasiswa karena saya berpikir tingkat persaingan untuk beasiswa di Papua tidak se-kompetitif di Jakarta atau di Jawa.. Niat banget ya saya?
Lalu datanglah hari itu.. pengumuman penempatan! Saya tersenyum ceria mendengar nama saya ditaruh di Papua sedangkan teman di sebelah saya hampir pingsan dan menangis mendengar namanya masuk ke Papua. Setelah satu setengah tahun di Papua saya mencoba daftar beasiswa ADS, mulai dari selalu mengecek website ADS setiap hari untuk mengecek tanggal pembukaan ADS, ADS biasanya buka di sekitar bulan mei… lalu isi form.. saya cari informasi ke temen-teman saya yang lulus bagaimana cara mereka mengisi form beasiswa itu..
Ternyata pengisian form itu sangat penting untuk menentukan lulus administrasi atau tidak.. Jadi jangan asal isi form-nya.. Karena mereka mau melihat apakah kita punya visi atau tidak dalam mengambil beasiswa ini… Lalu untuk interview saya banyak googling untuk mendapatkan informasi apa saja yang dicari oleh interviewer beasiswa khususnya ADS. Karena banyak yang menyarankan untuk mencari informasi lengkap tentang jurusan dan universitas yang kita pilih maka saya benar-benar menyiapkan jurusan dan universitas yang akan saya pilih dan mempersiapkan alasan saya kenapa memilih universitas tersebut. Saya masih ingat beberapa pertanyaan penting yang ditanya sama penguji saya waktu itu seperti kenapa kamu mengambil beasiswa ini? apakah anda sudah punya rencana mau masuk jurusan apa? apa planning anda 5 tahun atau 10 tahun ke depan? Yang bisa saya jawab dengan pasti saat itu adalah jurusan dan universitas yang saya pilih berdasarkan hasil riset di internet. Puji Tuhan saya lulus interview dan akhirnya menginjak Down Under di Januari 2010.
Mungkin cara ini agak ekstrim untuk mendapatkan beasiswa.. tapi begitulah pengalaman saya.. Jadi jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru.. termasuk untuk hidup di Papua…
You’ll never know where your steps gonna leads you….


mantapp… semoga aq bisa nyusul dah.. aq PNS di Aceh mbak..tp mbak, disini susah bgt nyari tempat tes TOEFL nya, apalg aq di daerah terpencil nya…mohon saran nya mbk…thankyou
@ina : memang kendala di tempat terpencil adalah menemukan tempat tes TOEFL resmi. Kalau di Papua, kita tes TOEFL-nya di Universitas Cendrawasih. Mungkin mbak ina bisa mencoba universitas negeri di Aceh, biasanya mereka pasti menyediakan fasilitas tes TOEFL resmi. Kalau tidak ada ya mungkin terpaksa agak usaha dikit untuk pergi ke medan. Sukses ya mbak..
@ina: hi mbak ina… memang kendala di tempat terpencil kita susah menemukan tempat tes TOEFL yang resmi. Dan juga mungkin tempat kursus untuk meningkatkan nilai TOEFL ga banyak dan kalaupun ada kurang memadai. mungkin bisa dicoba cari informasi di universitas negeri di Aceh di bagian jurusan sastra atau bahasa. Karena biasanya di universitas negeri inilah kita bisa mendaftar untuk tes toefl resmi (aku juga lupa nama badan yang mengeluarkan tes TOEFL resmi ini). Karena dulu saya coba tes-nya di Unversitas Cenderawasih.
saya juga lg apply beasiswa tp lg stuck di motivation letter, bingung menghubungkan pekerjaan saya sbg auditor di KAP dgn jurusan yg saya ambil yaitu International Economics dan Business… ada ide mbak?
selamat siang,mbak. salam kenal. saya seorang dokter namun saat ini saya PNS dosen di FK di Provinsi Aceh. Fakultas KEdokteran tempat saya bekerja baru berumur 4 tahun, dan saat ini menggunakan sistem KBK. saya ingin mencoba apply ADS for area investing people :education management dan spesifiknya master health professional education. apakah latar belakang yang baik yang bisa saya tambahkan di form lamaran saya,ya,mbak? apalagi saya dengar lulusan non kesehatan lebih banyak lulus ya?
thanks for sharing ya…
kalau boleh saya infer dari short message mbak sepertinya 80% syarat ADS sudah hampir terpenuhi (pns & daerah terpencil)…. dan kalau melihat latar belakang mbak sebagai dokter & dosen (kombinasi yang paling favorit buat ADS examiner…) sudah sangat cocok dengan jurusan yang mau mbak ambil saya rasa sudah cukup menjelaskan kenapa mbak ambil jurusan tersebut… kalau mbak punya pengalaman kerja sebagai dokter di pelosok Aceh mungkin bisa dicantumkan untuk menambah nilai lebih anda…dulu saya juga punya teman dokter dari Aceh dan mengambil jurusan something in health sector dan dia pengalaman kerja hanya sekitar banda aceh namun buktinya lolos … Usul aja kalau bisa yang diperdalam adalah motivasi kita mengambil beasiswa jangan seputar materi atau jalan-jalan ke luar negeri… tapi lebih bersifat demi kepentingan orang banyak… mungkin segitu dulu kali yaa… semoga sukses mbak
Salam kenal Mbak Aila,
Two tumbs up deh yang berani mengajukan diri penempatan ke papua hehe.
Satu pertanyaan mbak untuk mengawali perkenalan kita. Untuk beasiswa ADS bisa ya menggunakan nilai TOEFL? soalnya setiap kali baca blog orang yang test ADS, selalu nilai IELTS yang mereka pakai.
Mohon pencerahannya ya mbak.
Mksh
salam kenal
saya seorang pns di pemda kota sorong pengen dapat beasiswa ke australia…tolong bantu saya ya